ZBD05, Ancaman Sang Naga Laut dari Negeri Tirai Bambu

ZBD05 dan ZTD05 dalam manuver pendaratan pantai yang dilaksanakan PLAN (Credit: peeranswers)
ZBD05 dan ZTD05 dalam manuver pendaratan pantai yang dilaksanakan PLAN (Credit: peeranswers)

Era kebangkitan PLA (People’s Liberation Army) sudah nampak di pelupuk mata. Sang naga sudah Nampak mengasah dan menajamkan kuku-kukunya. Berbagai alutsista baru dihadirkan, satu di antaranya panser amfibi ZBD05.

Walaupun PLAN sudah meresmikan pengoperasian terbatas kapal induk perdana mereka Liaoning, banyak pihak yang percaya bahwa sesungguhnya yang perlu ditakuti justru bukan kapal induk hasil gubahan kelas Admiral Kuznetsov tersebut. Secara perlahan, PLAN justru melipatgandakan kekuatan mereka dalam segi jumlah pasukan infantri lautnya, baik dalam pasukan maupun alutsista. Hal ini tentu menimbulkan keresahan tersendiri bagi Negara tetangganya: Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.

Tiongkok memang tidak menyembunyikan niatan mereka untuk menjadi penjaga kawasan. Berbagai langkah agresif dilakukan, termasuk upaya provokatif di wilayah-wilayah yang menjadi ajang kontestasi antara Tiongkok dan Negara tetangganya. Langkah Tiongkok ini rupanya bukan sekedar gertak sambal. Untuk mendukung politik semi konfrontasinya tersebut, Tiongkok dikabarkan telah menggandakan Divisi Infantri Mekanis – Amfibinya dari dua menjadi empat Divisi.

Divisi Infantri Mekanis ini memang milik AD Tiongkok, tetapi memiliki tugas untuk meluncurkan operasi aspek amfibi yaitu pendaratan dan perebutan garis pantai. Dua Divisi awal yang bermarkas di Guangzhou dan Nanjing Military Region sudah memiliki 30.000 prajurit. Artinya akan ada 50.000-60.000 prajurit infantri aspek laut, diluar dua brigade PLAN Marine Corps yang berkekuatan 12.000-20.000 prajurit. Dengan 80.000 prajurit dengan kekuatan penuh, otomatis Taiwan lah yang paling ketar-ketir, karena memang PLAN Marine Corps pun sejak awal didirikan untuk penaklukan Taiwan melalui jalur laut.

Walaupun berbeda kecabangan, nyatanya baik Divisi Infantri Mekanis-Amfibi maupun PLAN Marines mengandalkan kendaraan tempur/ angkut pasukan yang sama: ZBD05/ ZLT05. Ranpur amfibi yang satu ini memang unik, doktrinnya berbeda sama sekali dengan kendaraan amfibi milik Blok Barat dan Blok Timur. Jika AS masih berkutat dengan AAV-7 setelah kegagalan program USMC Expeditionary Fighting Vehicle (EFV) dan Rusia hanya menggunakan BTR-80/82, PLA justru percaya diri dengan konsep going big. Ya, ZBD05 dan ZTL05 memang punya sosok gambot, mampu mengangkut banyak pasukan, dan punya daya gebuk yang sangat mumpuni. Bobotnya saja mencapai 26 ton, setara ranpur-ranpur darat. Bedanya, ZBD05/ ZLT05 masih bisa diajak mengarung laut sampai ke pantai. Keseluruhan hull terbuat dari baja, dan bagian depan mampu melindungi awaknya dari terpaan munisi 12,7mm. Diluar bagian depan, proteksinya hanya sebatas munisi 7,62mm.

Jajaran ZBD-05 dalam latihan (Credit: Ausairpower.net)
Jajaran ZBD-05 dalam latihan (Credit: Ausairpower.net)

ZBD05 (ada pula yang menyebutnya ZBD2000) pertama kali ditampilkan dalam parade militer di Beijing pada bulan Oktober 2009. Walaupun baru, sudah ada dua versi yang dimunculkan, ZBD05 milik PLAN yang ditempatkan di Brigade Korps Marinir ke-1 dan ZTD05 yang merupakan varian dukungan tembakan langsung milik Divisi ke-1 dari Grup AD ke-1 PLA. Pabrikan pembuatnya adalah Hunan Jianglu Machinery Group yang merupakan anak perusahaan dari China North Industries Corporation (NORINCO).

ZBD05 merupakan hasil evolusi dari ranpur amfibi ZBD04. Dari bentuk hullnya, kelihatan benar bahwa ranpur roda rantai yang satu ini benar-benar dioptimalkan untuk pengoperasian dalam lingkup perairan. Bagian hidungnya memanjang, benar-benar mengikuti bentuk perahu, dengan volume internal yang besar untuk mendukung daya apungnya (buoyancy). Sudut landai dan menajam pada ZBD05/ZTD05 dibuat untuk membantu membelah permukaan air, plus bagian hidungnya didesain hampa sehingga daya apungnya maksimal pada bagian hidung, krusial saat kendaraan pertama kali keluar dari LST dan masuk ke dalam air.

ZBD05 memiliki bow plane atau pelat pemecah ombak berukuran masif, yang dalam keadaan tidak terpakai akan melipat dan melapisi pelat glacis atas dan bawah, sekaligus berfungsi sebagai perisai tambahan dari tembakan lawan. Boleh dibilang bahwa bow plane masif yang digunakan oleh ZBD05 adalah, yang lagi-lagi, terbesar di kelasnya. Pelat pemecah ombak ini akan membuka dengan dorongan dua lengan hidrolik di kanan dan kiri.

Peletakan mesin pada ZBD05/ZTD05 ditempatkan pada bagian depan, dengan exhaust membuang ke arah kanan (kiri bila kendaraan dilihat dari arah depan). Penempatan mesin tempat di bagian belakang ruang paling depan yang kosong merupakan trik untuk mengimbangi titik berat kendaraan, sehingga ranpur amfibi ini bisa imbang, mengingat bagian belakang dihuni oleh kubah dan paling belakang ada kompartemen pasukan yang juga terhitung berat. Mesin diesel ZTL05/ ZTD05 mampu menyemburkan daya 1.176kW saat berada di dalam air, menggerakkan dua waterjet yang mampu mendorong ZTL05 sampai kecepatan 25km/ jam. Jika diibaratkan, ZTL05 adalah pelari kencang untuk hitungan ranpur amfibi.

ZBD-05 dalam sebuah parade
ZBD-05 dalam sebuah parade

Saat berada di darat, mesin diesel dayanya dikurangi tinggal 440kW, sebagai gantinya menggerakkan enam pasang roda lincir di setiap sisi dan tiga return roller. Uniknya, jarak antara roda lincir pertama dan roda lincir terakhir dengan roda lincir 2-5 berbeda, kemungkinan untuk mengakomodasi titik terberat kendaraan. Untuk posisi dengan berat berlebih, jarak roda lincirnya lebih rapat. Kecepatannya di darat mencapai 65km/ jam, cukup lumayan walaupun bukan yang terkencang di kelasnya. ZBD05/ZTL05 enak diajak menanjak sampai sudut 60o, dan mampu melintas rintangan vertikal setinggi 0,5 meter dan rintangan parit selebar 2 meter.

Untuk akses keluar masuk kendaraan, disediakan tiga palka di sisi atas kendaraan. Palka terdepan yang terletak bersisian dengan bagian belakang air intake mesin merupakan palka untuk pengemudi, dengan enam periskop yang tersusun dengan pola diamond. Periskop depan dapat dipasangi teleskop dengan kemampuan pandang malam untuk pengemudian saat gelap. Di belakang palka pengemudi ada dua palka berbentuk lingkaran, tempat prajurit bisa keluar. Akses utama keluar-masuk pasukan adalah dari palka utama di belakang kendaraan. Total kapasitas angkut pasukan untuk ZBD05 adalah delapan orang pasukan
Sementara bergerak ke belakang, ada cincin kubah, dimana pada varian ZBD05 bertengger kubah berawak dengan sistem senjata utama kanon tembak cepat 30x165mm.

ZBD05 meluncurkan rudal antitank HJ-73II dari kubah Skhval (Credit: ausairpower.net)
ZBD05 meluncurkan rudal antitank HJ-73II dari kubah Skhval (Credit: ausairpower.net)

Kubah pada ZBD05 mengadopsi kubah Skhval buatan Ukraina dengan sistem kanon KBA-2 (ZTM-1) kaliber 30mm yang dirakit secara lokal berdasarkan lisensi. Kanon ini sudah distabilisasi, sehingga memungkinkan penembakan sambil bergerak. Untuk daya penetrasinya, kanon 30mm ini mampu menembus baja setebal 19mm, dengan catatan tipe peluru yang digunakan adalah APDS, kurang lebih setara dengan kanon Bushmaster milik AS. Sebagai sistem pertahanan anti infantri tersedia senapan mesin koaksial Type 80 kaliber 7,62x54mmR. Apabila ZBD05 harus bertempur melawan tank, maka di sisi kiri-kanan kubah dapat dipasangi rudal HJ-73II (Hong Jian = panah merah). Rudal HJ-73II sesungguhnya terhitung rudal tua, hasil reverse engineering dari 9M14 Malyutka/ AT-3 Sagger dengan hululedak ganda untuk menjebol lapisan baja. Apabila kendaraan sedang bergerak di dalam air HJ-73II yang jadi andalan untuk menghajar sasaran, mengingat pengoperasian kanon saat kendaraan terombang-ambing ombak tentu saja terhitung sulit.

ZTD05
Varian dukungan tembakan dan antitank dari ZBD05 menerima kode ZTD05, dengan mesin berdaya 1.475hp untuk mengantisipasi penambahan bobot kubah dan meriamnya. Boleh dikata, ZTD05 merupakan platform kendaraan amfibi angkut pasukan terkuat di muka bumi saat ini. Betapa tidak, Meriam NORINCO 105mm yang digunakannya adalah merupakan meriam tank bertekanan tinggi. Meriam ini, walaupun belum ada yang dapat mengkonfirmasi, dikatakan sebagai kopian dari Meriam Royal Ordnance L7 buatan Inggris yang merupakan standar NATO. NORINCO membuat meriam ini dengan modifikasi berupa recoil damper atau peredam kejut ganda pada sisi atas pangkal Meriam untuk menjinakkan daya hentaknya yang besar.

Tampak dekat kubah ZTD05, perhatikan meriam 105mm yang dilengkapi dengan muzzle brake dan bore evacuator
Tampak dekat kubah ZTD05, perhatikan meriam 105mm yang dilengkapi dengan muzzle brake dan bore evacuator

Meriam yang sama terpasang di ranpur roda ban antitank PTL01 dan tank amfibi Type 63. Sistem kendali penembakan yang terpasang memiliki setingan tabel balistik untuk munisi APFSDS, HE (High Explosive), HEAT (High Explosive Anti Tank), rudal yang diluncurkan dari laras, serta senapan mesin koaksial. Sistem kendali penembakannya menyediakan beberapa opsi seperti auto tracking atau penjejakan dan penguncian sasaran secara otomatis, penembakan pada jarak yang diinput manual atau otomatis, atau moda penembakan yang benar-benar secara manual. Untuk moda penjejakan sasaran secara otomatis sampai penembakan makan waktu 5-7 detik, terhitung cukup cepat. Fitur auto-tracking hanya dapat bekerja apabila sasaran berada pada jarak 500-2.500 meter dari ZTD05.

Juru bidik mengamati sasaran dengan teleskop bidik dengan setingan pembesaran 6-10x, dengan bidang pandang 10o-6o. Jarak pengenalan ke sasaran di malam hari berupa siluet seukuran tank dapat dilakukan pada jarak 700 meter selama jarak pandang atmosferik terhitung cerah, mencapai 15km. Apabila disorot menggunakan iluminator laser, jarak deteksinya mencapai 1.400 meter. Sistem pembidik pada ZTD05 juga dapat dilengkapi dengan kamera termal untuk pengenalan sasaran yang lebih baik.

Urusan kemampuan tembak, ZTD05 memiliki akurasi yang cukup lumayan. Untuk sasaran statik dari ZTD05 yang dalam posisi diam, kemungkinan perkenaannya ≥ 50%. Untuk sasaran yang bergerak dengan kecepatan 20-25 km/ jam sementara ZTD05, kemungkinan perkenaannya juga masih ≥ 50%. Sebagai catatan, persentase ini berlaku apabila jarak sasaran masih ada di kisaran maksimal 2.000 meter. Apabila lawan posisinya di luar jangkauan, maka akurasi kemungkinan pun melorot. Begitupun, ZTD05 boleh dikatakan sebagai salah satu ranpur amfibi dengan daya gebuk terkuat. Tidak ada ranpur lain dengan meriam setara Main Battle Tank, kecuali Sprut-SD dari Rusia yang menggunakan meriam 125mm. Di pantai ZTD05 akan menyulitkan pasukan yang mempertahankan garis pantai dengan meriamnya yang mampu meluluh-lantakkan bunker-bunker sekalipun.

Langkah berikutnya
Pertanyaan selanjutnya adalah, sampai seberapa jauh kekuatan ribuan ranpur ZBD05 dan ZTD05 dapat mengubah perimbangan kawasan? Memiliki puluhan ribu infantri dan Marinir adalah satu hal, namun kepemilikan atas aset maritim yang mampu mengirimkannya masih menjadi satu pertanyaan yang cukup besar. Walaupun hanya dipisahkan oleh selat Formosa, ZBD05 atau ZTD05 jelas tidak memiliki kapabilitas untuk berenang di lautan terbuka. Uniknya, walaupun memegang peranan yang krusial dalam daftar alutsista berkemampuan dua alam, Tiongkok tetap menomorsatukan bisnis ketimbang fungsi strategis. Dalam pameran Eurosatory 2014, NORINCO tercatat memamerkan ZBD05 dan memberikannya desainasi komersial VN18 (ZBD05) dan VN16 (ZTL05). Venezuela tercatat sebagai launch customer untuk varian VN18.

Saat ini Tiongkok sendiri juga sedang mengejar pembangunan armada kapal perang amfibi (amphibious assault ships). Andalan PLAN saat ini adalah kapal pendarat tank Type 072 (Yukan Class) dan 072II/ 072III (Yuting Class) dengan kemampuan angkut 10 tank amfibi, serta Landing Platform Dock (LPD) Type 071 (Yuzhao Class) yang lebih baru dengan kemampuan angkut 15-20 tank amfibi. Setidaknya sampai saat ini, seluruh kapal perang amfibi dan kapal pendarat tank yang dimiliki PLAN belum mampu menggeser kekuatan satu divisinya, dengan asumsi Tiongkok akan melakukan serbuan amfibi sekali jalan ke Taiwan. Namun hal tersebut tentunya dapat berubah dalam waktu dekat, minimal lima tahun ke depan, setelah Tiongkok sudah mantap dengan pembangunan dan reklamasi Fiery Cross, Woody, dan Johnson di Spratly. Saat dukungan logistik sudah memadai diiringi kapasitas angkut yang semakin besar, maka AL Tiongkok benar-benar akan menjadi kekuatan yang benar-benar disegani di kawasan.

SPEK ZBD05
Pabrikan : NORINCO
Bobot : 26 ton
Lebar : 2,74m
Awak : 3 orang (pengemudi, komandan, juru tembak) – ZBD05; 4 orang (pengemudi, komandan, juru tembak, pengisi) – ZTL05
Kapasitas angkut : 8 prajurit infantri bersenjata lengkap (ZBD05)
Mesin : Diesel berdaya 550hp (ZBD05)
Suspensi : torsion bar
Jarak operasional : 500km
Kecepatan : 65 km/ jam

SPEK MERIAM 105mm ZTD05
Kaliber : 105mm, beralur (rifled)
Amunisi : HE, HEAT, APFSDS, rudal)
Jarak tembak maks. : 10.000m (HE)/ 1.850m (APFSDS)
Metode pengisian : manual
Kecepatan tembak : 6 peluru/ menit
Laser rangefinder : 200m-5.000m (sasaran sebesar tank)
Stabilisasi : Ya, ≤1,0 mil elevasi dan ≤2,5 mil azimuth
Kecepatan dongak Meriam : 4,5o-6o/ detik
Kecepatan putar Meriam : ≥20o/ detik

(Tulisan ini pernah diturunkan dalam Majalah Commando Tahun 2015)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *