VN1 Snow Leopard, Panser Amfibi Tiongkok yang Merajai Pasar Ekspor

VN1 Snow Leopard, Panser Amfibi Tiongkok Pemimpin Pasar Ekspor

Dewasa ini ada dua resep mujarab untuk membuat kendaraan tempur yang sukses: pertama buatlah dalam format 8×8, dan kedua, juallah dengan harga yang terjangkau. Norinco Tiongkok mempraktekkannya dengan melansir VN1 (kode versi ekspor)/ ZBL09 Snow Leopard, kendaraan tempur 8×8 dengan kemampuan arung permukaan air alias amfibi. Sejak dilansir pada 2009, negara-negara antre untuk membeli. Argentina membeli 110, Venezuela mengakuisisi 60 unit, Pakistan memperoleh 150 unit, dan terakhir Thailand dikabarkan kesengsem untuk meminang VN1, padahal mereka pun sudah memiliki proyek panser 8×8 nasional DTI Black Widow.

VN1 milik Korp Marinir Venezuela
VN1 milik Korp Marinir Venezuela

ZBL09 pertama kali dipergoki oleh pengamat Barat pada tahun 2006 dalam parade hari jadi PLA yang ke-60, lalu kemudian dipamerkan pada pameran militer IDEX 2009 di Abu Dhabi. Secara resmi Norinco sendiri baru meluncurkannya pada tahun 2009. Basis pengembangannya adalah Norinco WZ-551 6×6 yang kemudian diperbesar dan diperpanjang, dan tentu saja, dihilangkan kacanya untuk membuatnya kelihatan modern. Tidak mengherankan bila banyak yang tertarik. Di dalam PLA sendiri, ZBL09 terus dibeli dalam jumlah besar untuk mengubah postur PLA sebagai kekuatan darat yang mampu bereaksi cepat terhadap beragam ancaman.

ZBL-09 memiliki rating perlindungan STANAG 4569 level 4 pada sisi depan (12,7mm Armor Piercing NATO) dan level 2 pada sisi dan belakang (7,62mm NATO). Proteksi ini masih dapat ditingkatkan lagi dengan bolt on armor/ applique armor di setiap sisi. Layoutnya menggunakan standar barat: mesin dipasang depan bersisian dengan pengemudi, dimana mesin yang digunakan yaitu Deutz BF6M1015C dengan daya maksimal sebesar 440hp. Mesin ini mampu membawa VN1 melesat sampai kecepatan 100km/ jam. Jarak tempuhnya mencapai 800km, sesuatu yang hebat untuk kendaraan 8×8 yang biasanya hanya bisa mencapai 500-650km sekali isi bahan bakar. Yang sedikit unik, Tiongkok memasang palka kedua di belakang palka pengemudi, yang kelihatannya ditujukan untuk komandan. Tren ini juga terlihat pada desain ranpur amfibi lain yaitu ZBL05.

Pada segmen tengah diisi oleh sistem senjata, dimana Norinco memang berniat menjadikan ZBL09 sebagai ranpur modular yang bisa dipasangi beragam senjata. Untuk varian ranpur, ZBL09 dipasangi kubah Skhval atau Shturm buatan Ukraina dengan kanon tembak cepat ZTM-1 kaliber 30mm yang ditambahi rel peluncur rudal HJ73II. Kombinasi ini sudah cukup oke untuk diajak bertempur di palagan. Untuk varian artileri swagerak ada PLL09 dengan meriam howitzer 122mm. Untuk fungsi bantuan tembakan ada ST1/ ZTL-09 dengan meriam kaliber 105mm sehingga dapat menghancurkan tank atau ranpur lainnya. Untuk versi pertahanan udara ada ZBL09 SPAAG dengan kanon multi laras 30mm dan rudal SHORAD FN-6 sebanyak 4 buah tabung. Varian lain seperti ambulan, kendaraan komando, kendaraan zeni dan perbaikan bisa dipesan sesuai kemauan.

Tampak belakang dari pintu VN1, terlihat rampdoor dengan pintu kecil untuk infantri
Tampak belakang dari pintu VN1, terlihat rampdoor dengan pintu kecil untuk infantri

Untuk bagian belakang ada kompartemen pasukan pada versi ZBL-09, yang duduk dalam kursi lipat yang menempel ke dinding. Pasukan keluar dari pintu yang membuka ke arah samping, atau menggunakan satu pintu rampa besar yang digerakkan oleh hidrolik, walaupun ini masih dapat dikonfigurasi sesuai dengan pesanan pembeli. Tersedia satu periskop untuk melihat ke arah luar pada setiap sisi kompartemen pasukan.

Kemampuan amfibi dari VN1/ ZBL09 datang dari pemasangan dua buah propeller di kiri-kanan belakang, yang dapat diaktifkan oleh pengemudi hanya dengan menarik tuas saat kendaraan berada di dalam air. VN1 juga dilengkapi dengan fording plate di hidung kendaraan yang dapat dibuka untuk memecah ombak dan meluncur di permukaan air. Kecepatan arung airnya mencapai 8km/ jam, cukup cepat untuk kendaraan amfibi. Dari segi harga, bila melihat kontrak Venezuela dan Argentina, VN1 sebuahnya hampir mencapai US$10 juta, boleh dibilang cukup mahal tetapi harga tersebut mungkin termasuk lisensi pembuatan lokal dan biaya setup fasilitas produksi galangan kapal Tandanor yang akan memproduksinya untuk kebutuhan Argentina.

SPEK ZBL-09
Awak : 3 orang
Pasukan : 7-10 orang
Bobot : 15-20 ton
Panjang : 8 meter
Lebar : 3 meter
Tinggi : 2,1 meter
Senjata : Kanon 30mm
Kecepatan max : 100km/ jam; 8km/ jam di air
Jarak : 800km

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *