The Inside Story of The Special Air Service Regiment

Apa yang terpikir kalau menyebut Australia?

Koala? Kanguru? Gedung Opera Sydney? Universitas yang bagus untuk melanjutkan pendidikan?

Tidak salah memang, apalagi untuk teman-teman yang beruntung bisa sekolah atau berwisata ke sana.

Buat saya sebagai penulis, Australia menarik sebagai negara yang boleh dibilang terisolasi. Kenapa? Sebagai negara “Barat” di belahan Bumi Selatan, mereka sendiri dan jauh dari sekutunya di Inggris dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, mereka harus membangun kemampuan militernya untuk dapat mempertahankan teritorinya dari ancaman lawan, dan bahkan kalau perlu, memproyeksikan kemampuan militernya ke luar negeri.

Nah, untuk urusan kemampuan militer, Australia boleh dikata punya pasukan khusus terbaik di belahan bumi Selatan dengan nama Special Air Service Regiment (SASR), dengan berguru kepada British 22nd SAS. SASR yang dibentuk di tahun 1960an tidak asing dengan Indonesia; mereka sudah bertempur melawan Indonesia dalam perang rahasia di rimba Kalimantan pada saat Orde Lama menggelorakan kampanye Dwikora. Melalui misi rahasia seperti operasi Claret, personil SASR menembus jauh ke dalam wilayah Indonesia dan menghajar langsung pasukan yang dikerahkan ke perbatasan. Di tahun 1999, SASR kembali beroperasi di wilayah Indonesia dengan melakukan operasi stabilisasi keamanan di Timor-timur melawan milisi pro integrasi pada saat Timor-timur memutuskan pisah dari Indonesia. Sebagai pasukan khusus kelas dunia, SASR sendiri sudah pernah ditugaskan membantu pasukan Sekutu di Irak dan Afghanistan

Dengan kisah dan sejarah yang sedemikian menarik, Grup Kompas-Gramedia melalui majalah COMMANDO mengangkat profil, sejarah, kisah pertempuran SASR dalam edisi khusus COMMANDO WAR FIGHTER : The History of Special Air Service Regiment – Pasukan Khusus yang Pernah Terlupakan-. Ini merupakan buku serial pasukan khusus kedua yang diterbitkan pada tahun ini), menyusul yang pertama yaitu 75th Ranger Regiment di bulan Februari 2016. Melalui buku ini penulis mengajak pembaca bertualang, menyaksikan kelahiran pasukan tempur yang langsung diterjunkan ke dalam medan Malaya yang ganas, bagaimana mereka dibentuk dan dilatih, dan bagaimana mereka menempati posisi yang unik di antara komunitas pasukan khusus dunia.

kontak senjata

Berikut adalah secuplik dari kisahnya :

“…Setelah hari ketiga, Taliban mulai berani kembali ke lokasi, dan bahkan beberapa mendaki bukit yang dihuni oleh tim SOTG. Menduga bahwa pasukan koalisi pasti punya mata-mata di sekitaran lokasi, Taliban mulai mencari termasuk mendaki bukit. Posisi SOTG cukup tersamar, bahkan ketika seorang insurjen berjalan mendekati posisi mereka. Melihat adanya ancaman, Ben Robert-Smith dan rekannya Matt Locke segera bergerak ambil posisi. Ben membidikkan senapan tempur Mk14 Mod 0 EBR (Enhanced Battle Rifle) sumbangan Amerika Serikat yang dibawanya. Hanya berdiri 30 meter dari kedua trooper tersebut, sang insurjen awas dan mengangkat senapan AK-47nya. Kedua pihak yang berseberangan tersebut meletuskan senjatanya pada waktu yang bersamaan. Kilatan cahaya terlihat melesat dari senapan yang menyalak. Sang insurjen roboh setelah dadanya dijebol proyektil 7,62x51mm, tapi torso Ben Robert-Smith juga terhantam peluru. Untung tabung granat asap yang dikantongi di kantong dada menyelamatkan nyawanya, tapi tak ayal asap segera memenuhi lokasi OP tim SOTG.

Tak lama begitu kontak tembak usai, lembah segera dipenuhi gema tembakan senapan mesin bersahut-sahutan, kode untuk menyerbu posisi yang ditempati tim SOTG. Tiga orang insurjen nampak mendekati lagi posisi OP, tetapi Robert-Smith dan Locke yang sudah mulai memimpin pergerakan turun menghadang para insurjen dengan tembakan akurat dari Mk14 EBRnya yang dilengkapi teleskop. Salah satunya bahkan roboh terkena tembakan dari Robert-Smith. Sementara tim SOTG memikirkan cara untuk turun, sebagian yang lain menaiki punggung bukit dari arah yang berbeda dan mencoba untuk membokong tim dari arah atas….”

Seru kan? Cuplikan di atas adalah sekelumit kisah yang akan kamu temukan bila membaca buku tersebut. Segera cari yaa

Commpedia Series dapat diperoleh di :

– Gramedia
– Lapak buku dan majalah langganan anda

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *