T129, Saat Turki Ingin Mandiri dalam Teknologi Heli Serang

Penerbangan perdana T129 di Akinci (Credit: TAI)
Penerbangan perdana T129 di Akinci (Credit: TAI)

Pada mulanya, Turki berniat membuat sendiri helikopter serang mereka untuk menggantikan sejumlah AH-1 Cobra yang sudah menua, dan kalau bisa, membuat sendiri heli serang yang sebanding dengan produk luar seperti AH-64E atau Mi-28. Karena tidak memiliki basis pengetahuannya, TUSAS Aerospace Industries (TAI) mendekati Agusta Westland untuk menggunakan platform heli serang A129 Mangusta yang digunakan oleh AD Italia. Rencananya A129 akan dimodifikasi sekian cara dengan sistem avionik buatan Turki sendiri. Maka, pada 2007 kontrak senilai US$ 1,2 Miliar pun ditandatangani untuk pembelian 51 unit A129 versi lokal, dengan 40 opsi lainnya.

Arsitektur T129 (Credit: Helipress.it)
Arsitektur T129 (Credit: Helipress.it)

Proses pengembangan dan integrasi makan waktu cukup lama, dimana pengembangan awal dilakukan di fasilitas AgustaWestland di Italia. Sempat terjadi insiden pada purwarupa P1 yang lepas rotor ekornya, namun awaknya selamat walau helikopter dinyatakan total loss. Penerbangan perdana purwarupa T129 yang diberi kode P6 baru berlangsung pada Agustus 2011 di Akinci, Turki. Perbedaan utama tampak pada inlet udara pada mesin, yang didesain dengan lubang pasokan udara menyamping dibandingkan dengan A129 yang dipasok dari depan.

Perubahan yang paling kentara pada T129 adalah penggunaan sistem elektro optik ASELFLIR-300T buatan Turki sendiri, yang berbentuk bola dan berukuran lebih besar dibandingkan dengan milik A129 Italia. Di bawah sensor tersebut terpasang kanon multi laras kaliber 20mm, serupa dengan milik A129. Yang tidak kelihatan di permukaan, adalah perkuatan pada avionik dimana T129 memiliki fitur seperti ASES (ATAK Electronic Warfare Self Protection System) untuk menyediakan peringatan iluminasi radar SPS-45 atau peringatan rudal AN/AAR-60, yang terkoneksi dengan sistem pelontar chaff/ flare AN/ALE-47. ASES sendiri disesuaikan dengan standar arsitektur MIL-STD-1553. Sistem FMS (Flight Management System) CDU900 dibuat sendiri oleh Aselsan, yang menampilkan informasi untuk awak dalam bentuk MFD 268E Multi Funtion Display berukuran 6×8” untuk menampilkan beragam informasi mulai dari tangkapan FLIR, EFIS, GPS, dan sebagainya.

Tampilan sistem bidik dari T129
Tampilan sistem bidik dari T129

Soal sistem senjata, T129 dilengkapi dengan berbagai senjata pintar buatan dalam negeri, mulai dari roket FFAR 2,75” CIRIT yang dapat dipandu oleh laser dari sistem elektro optik. Untuk sasaran yang lebih berat tersedia pula rudal anti tank UMTAS II, yang sepantar dengan sistem AGM-114L Hellfire. Untuk membidik sasaran, pilot T129 dilengkapi dengan Helmet Mounted Display Avci buatan Turki, yang mampu menggerakkan kanon 20mm dan menggerakkan sistem laser pada bola elektro optik untuk mengunci sasaran di bawah.

Tampak belakang dari T129 (Credit: TAI)
Tampak belakang dari T129 (Credit: TAI)

Masih tergantung kebaikan hati AS
Niatan Turki untuk menjadi pengekspor T129 nampaknya masih akan sangat tergantung pada kerelaan hati Amerika Serikat untuk memberikan ijin. Pasalnya, mesin yang digunakan oleh T129 yaitu LHTEC CTS800, lisensinya dimiliki oleh Rolly Royce dan Honeywell Amerika Serikat. Kalau Uwak Sam tidak suka, rencana jualan pun bisa diveto. Jadi jika ada negara yang ingin membeli T129, ijin dari AS pun harus dipegang sebelum T129 bisa dinyatakan dijual, dan ini bisa menjadi potensial penghambat rencana TAI dalam memasarkan T129. Walaupun begitu, Turki sendiri aktif sekali memasarkan T129 ke berbagai negara seperti Malaysia, Pakistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Azerbaijan, Polandia, dan Libya walaupun sampai saat ini belum ada order yang tercatat.

SPEK T129
• Mesin : LHTEC CTS-800 4A, 2 x 1014kW (2 x 1361shp).
• MTOW : 5000 kg.
• Dimensi : Panjang: 13.64 m Main Rotor Diameter: 11.90 m Tinggi: 3.96 m.
• Awak : 2, Tandem.
• Kecepatan jelajah : 269 km/h, 145 kts.
• Jarak : 561 km.
• HIGE : 3993 m.
• HOGE : 3048 m.
• Ketinggian maks : 6096 m.
• Durasi misi : 3 hrs (tanpa tangka cadangan).
• Sistem senjata : 2×4 UMTAS ATGM Missile (atau Hellfire Spike), 4×19 70 mm (2.75”) FFAR, 4×2-4 70 mm (2.75”) roket pintar CİRİT, 2×2 ATAM Stinger.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *