Su-30SM, Tanda Kebangkitan AU Rusia

Su
Su

Su-30SM, Bukti Keseriusan Modernisasi Kekuatan AU Rusia
Sibuk mengerjakan order orang lain, tapi lupa buat diri sendiri. Maklum saja, keterbatasan dana menyebabkan pengabaian atas aset Frontovaya Aviatsiya yang merupakan garda terdepan pelindung tanah air Rusia. Barulah pada bulan Maret 2012 Dephan Rusia memesan Su-30 untuk mengisi arsenal RuASF (Russian Air / Space Force)/ VKS dan RNA (Russian Naval Aviation). 60 jet tempur Su-30SM dibeli dalam dua kontrak dengan perusahaan Irkut pada bulan Maret dan Desember 2012, dan 60 lainnya ditandatangani pada April 2016 untuk RuASF. Sementara untuk RNA, Dephan Rusia akan membeli 50-57 Su-30SM. Seperti yang dilaporkan Angkasa Online sebelumnya, diharapkan Rusia akan memiliki 100 Su-30SM pada 2017.

Pesawat-pesawat baru ini akan menggantikan MiG-29 di garis depan, secara efektif membatalkan doktrin light/ heavy fighter yang pernah diadopsi pada masa Perang Dingin. DI AL Rusia, Su-30SM akan menggantikan seluruh Su-24, Su-24M, Su-24MR, Su-27, dan MiG-31. Rencana ini semakin didorong karena Su-24M terbukti rentan, dan bisa ditembak jatuh oleh F-16 Turki. Penyeragaman ini juga akan membantu penyederhanaan logistik.

Su-30SM sendiri sebenarnya adalah….amalgamasi dari kemampuan Su-30MKI dan Su-30MKM. Ya, jika dulu di masa perang dingin Uni Soviet menjual pesawat tempur monkey model ke satelitnya, di masa kini dengan alasan bisnis dan devisa Rusia justru mendahulukan klien yang mau membayar. Su-30SM tampil dengan seluruh sistem Rusia, bukan karena alasan Rusianya, tetapi karena diembargo akibat operasi militer di Ukraina sehingga avionik Perancis yang diincar Rusia tak bisa didapatkan. Hanya versi purwarupa saja yang menggunakan avionik Perancis, pada versi produksi akhirnya menggunakan produk Rusia sendiri.

a36674fac00d8ec87cd0ec523f0e5924_crop

Su-30SM menggunakan fuselage dan mesin AL-31PF yang sama seperti Su-30MKI/MKM, hanya saja avionic suitenya dipercanggih dengan teknologi sendiri. Sistem optroniknya menggunakan modul IRST OEPrNK-30SM yang daya deteksinya juga meningkat dibanding OLS-30. Sementara radar sudah menggunakan Bars-R yang daya deteksinya melebihi N011M, walau speknya belum terang benar. Yang jelas, Su-30SM mampu menembakkan rudal generasi terbaru RVV-SD yang lebih canggih dibanding RVV-AE, mampu mencapai jarak luncur 110km head on. Untuk rudal jarak dekat ada RVV-MD menggantikan R-73.

Avionik di kokpit pun mendapat perubahan. Sistem HUD pada Su-30SM menggunakan sistem IKSh-1M yang lebih canggih, diadopsi dari proyek Su-35S. Sistem navigasi mengadopsi BINS-SP2 yang menggunakan INS/ GLONASS. Perangkat perang elektronika menggunakan Khibiny-U jammer yang dipasang pada pod di ujung sayap. Dua pesawat Su-30SM pertama terbang di Akhtubinsk pada September 2012 dan disetujui produksinya. Skadron pertama RuASF yang menerima Su-30SM adalah 120th SAP (Smeshanniy Aviatsionniy Polk) di Domna pada 2013. Sementara RNA menerima Su-30SM pertama pada 2014 dan menempatkannya di 43rd Otdelniy Morskoi Shturmovoi Aviatsionniy Polk (OMShAP – Resimen Serang Independen AL Rusia)/
Su-30SM dari skadron ini menghiasi pemberitaan surat kabar internasional ketika pada September 2015 empat unit Su-30SM mendarat di Humaymim AFB, Suriah. Dalam usianya yang relatif muda, Su-30SM justru menjadi varian Su-30 pertama yang mengecap jalannya pertempuran. Pilihan Rusia untuk membela Rezim Assad adalah sesuai dengan pertimbangan kepentingan dalam negerinya, walau dikecam dunia internasional. Su-30SM nampak terbang mengawal pesawat bomber Tu-160 Blackjack dalam misi pemboman posisi Daesh dengan menyediakan kapabilitas jamming dengan pod, sembari menggotong rudal R-27 dan R-73. Beberapa kali Su-30SM juga membawa bom pintar OFAB-250-270 dan melancarkan operasi pengeboman. Pilot-pilot Rusia mengatakan bahwa Su-30SM sangat andal dan mudah dirawat di garis depan. Kabar terbaru, Kazakhstan dan Iran menyatakan berminat untuk mengakuisisi sejumlah Su-30SM.

SPEK Su-30SM
Awak : 2 orang
Panjang : 21,94m
Tinggi : 6,36m
Mesin : 2x Saturn AL-31FP berdaya 27.500 pon dengan afterburner
MTOW : 34.000kg
Angkut senjata : 8.000kg
Bahan bakar : 5.270kg (normal)/ 9.640kg (maksimal)
Kecepatan : 2.120km/ jam (maksimal)
Jarak feri : 3.000km (ketinggian maksimal)/ 1.270km (ketinggian rendah)
Jarak take off : 500m/ 750m (landing)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *