Sewa Jet Tempur, Apa Untungnya?

JAS-39C AU Ceko yang disewa dari Swedia (Credit: Wikimedia)
JAS-39C AU Ceko yang disewa dari Swedia (Credit: Wikimedia)

Bagi sebagian besar negara, masalah pertahanan dan keamanan adalah isu sensitif dan disikapi dengan sangat hati-hati. Soal pembelian senjata lebih-lebih lagi, selain ideologi, kemampuan negara menyediakan anggaran untuk membeli persenjataan yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan harus dihitung dengan cermat, mengingat sistem senjata yang dibeli berharga mahal dan membutuhkan komitmen jangka panjang untuk memelihara dan menggunakannya.

Kalau dalam dunia bisnis, perusahaan juga menghadapi permasalahan yang sama. Memelihara aset seperti kendaraan misalnya, harus siap mengeluarkan biaya untuk perawatan dan perbaikan, belum lagi beban depresiasi yang bisa mengurangi cuan hasil usaha. Maka, banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan untuk menyewa saja, baik itu kendaraan operasional, truk untuk usaha, alat berat, dan sebagainya. Cukup bayar biaya sewa sesuai kesepakatan, lalu habis perkara.

Bisakah model bisnis ini diterapkan dalam pengelolaan aset militer? Jawabannya adalah mulai bisa. Walaupun mungkin tidak lazim, beberapa negara sudah mulai mengadopsi model sewa alutsista. Italia dan Ceko melakukannya, dimana Italia menyewa F-16C dan Ceko JAS-39C/D Gripen. Kasus Ceko cukup unik, dimana sebagai negara yang anggarannya cekak, mereka kebingungan untuk mengganti MiG-21MFN yang sudah usang dan mencari penempur Barat standar NATO untuk dapat bergabung dengan Pakta Pertahanan Eropa Barat tersebut.

Untung saja Swedia datang memecahkan kebuntuan. Beli tidak bisa, sewa pun jadilah. Dalam skema yang jarang terjadi di dunia, AU Ceko akhirnya sepakat menyewa 12 unit JAS-39C dan 2 unit JAS-39D kursi ganda dalam kondisi baru, yang didasarkan pada jumlah jam terbang dalam setahunnya. Kontrak ditandatangani senilai Korunas 19,65 Miliar atau US$749 Juta antara Kementerian Pertahanan Ceko dan Badan Pengadaan Material Militer Swedia, FMV. Kontrak tersebut mencakup pengadaan pesawat tempur, suku cadang penuh, pelatihan pilot dan awak di Swedia. Imbal baliknya, 20% dari nilai kontrak tersebut dikembalikan dalam bentuk direct offset ke pabrikan Aero Vodochody selama jangka waktu sepuluh tahun, plus sejumlah kerjasama riset dan industri sehingga bila ditotal di atas kertas, nilai kerjasama diluar pengadaan pesawat memiliki agregat sampai 130% dari nilai pengadaan.

Yang menjadi catatan, kontrak awal hanya menyebutkan bahwa JAS-39C/D hanya digunakan untuk profil misi udara-udara dalam mengawasi wilayah NIAMDS (NATO Integrated Air and Missile Defense Systems) sehingga JAS-39C/D tidak bisa digunakan untuk misi udara-darat. Barulah setelah amandemen kontrak software Gripen Ceko diupgrade untuk memungkinkannya melakukan misi serang darat. Selepas dari masalah tersebut, selebihnya SAAB menjamin bahwa seluruh Gripen AU Ceko akan terus diupdate softwarenya mengikuti rilis terbaru, termasuk update terakhir pada awal 2016. Jika nilai kontrak tersebut terasa mahal, bandingkan dengan membeli pesawat tempur di awal, lalu harus mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk membeli suku cadang, plus update sistem berkala. Secara keseluruhan, bisa jadi total life cycle cost nya akan lebih mahal dibandingkan menyewa. Toh bila membeli, pada saatnya alutsista akan jadi usang, pensiun, dan tinggal tunggu waktu untuk jadi monumen belaka. Selain itu, dengan kontrak sewa maka hak dan kewajiban masing-masing pihak didefinisikan dengan jelas, sehingga apabila salah satu ingkar, maka tinggal diserahkan pada proses hukum. Ini dapat meminimalkan resiko embargo.

Di Ceko, JAS-39C/D tergabung dalam 21 Zakladna Tacticekho Letectva (21 Tactical Air Base) di Lanud Casla dan walaupun tidak pernah dikirim dalam misi tempur, aktif dalam berbagai latihan bareng skala bilateral maupun dunia. JAS-39C/D 21 TL sudah pernah ‘bertempur’ melawan Eurofighter dari RAF XI Sqn dan JG 74 Luftwaffe yang berpangkalan di Nuburg. Mengenai kepuasan Ceko sebagai penyewa, terbukti bahwa Republik Ceko memperpanjang sewa seluruh Gripen sampai 12 tahun ke depan, plus dua tahun opsi dengan kontrak dibayar tahunan sebesar US$ 67 Juta, sudah termasuk training dan perawatan rutin.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *