Sang Pilot Bayaran Legendaris, Neall Ellis

“Neal Ellis is a great man; I and everyone in Sierra Leone owe him much.”
– General Sir David Richards, Chief of the Defence Staff, Great Britain.

 

Mi-24D Sierra Leone yang diterbangkan Neall Ellis (Credit: Neall Ellis)
Mi-24D Sierra Leone yang diterbangkan Neall Ellis (Credit: Neall Ellis)

Tentara bayaran adalah kata yang berkonotasi negatif, di masa istilah yang lebih terhormat seperti kontraktor militer swasta belum diciptakan. Di dalam dunia tentara bayaran, nama Kolonel Neall Ellis adalah legenda. Sepintas tidak ada kesan garang dari wajahnya yang bulat berhias kacamata dan tubuhnya yang gempal. Namun jangan salah, ia adalah penerbang helikopter jempolan, yang di tangannya helikopter serang Mi-24 Hind-D dapat menari lincah. Seperti halnya dunia tentara bayaran yang kelam dan gelap, asal-usul Ellis tidak banyak diketahui, kecuali bahwa ia lahir di negeri yang saat ini sudah punah, Rhodesia. Ia dibawa bermigrasi oleh orangtuanya saat Rhodesia ditaklukkan oleh sejarah dan terpaksa berubah menjadi Zimbabwe. Ia adalah pilot pasukan khusus AD Afrika Selatan, dan memperoleh banyak medali penghargaan atas keberaniannya, serta berhasil mencapai pangkat Kolonel.

94949

Neall Ellis

Nasibnya berubah setelah Nelson Mandela menjadi Presiden Afrika Selatan dan menghapuskan kebijakan Apartheid. Tiba-tiba menjadi pariah, Ellis bahkan dipaksa mundur tak terhormat oleh seorang Jenderal di SADF pada 1994. Ellis yang tidak tahu mau bekerja sebagai apa, mencoba membuka bisnis peternakan dan perikanan, semuanya gagal. Memenuhi panggilan jiwanya sebagai seorang petualang berkalang mesiu, Ellis memutuskan bekerja sebagai pilot bayaran, bidang yang paling dikuasainya. Pekerjaan berbahaya ini membawanya ke Bosnia, dimana ia menjadi pilot kargo Mi-17, helikopter yang tidak dikenalnya sama sekali. Ia bahkan tertembak pada misi pertamanya, walau akhirnya bisa kembali dengan selamat.

Takdir kemudian membawanya kembali ke Afrika, kali ini ke Sierra Leone, bergabung dengan perusahaan Executive Outcome yang punya keterlibatan dalam dengan rezim presiden Kabah dan juga pemerintah Inggris. Ia menjadi pilot andalan Kolonel Roelf van Heerden, yang menguasai wilayah Kono, di perbatasan dengan Liberia. Pada 1996, Neil Ellis setuju untuk berkongsi mendirikan perusahaan tentara bayaran lainnya, StabilCo, dimana ia menjadi direktur operasi udara untuk melancarkan bisnis mautnya di Zaire. Bahkan ketika patron mereka Jenderal Baramoto disingkirkan oleh Presiden Mobutu yang kembali dari pengasingannya, StabilCo tinggal berganti haluan kesetiaan, melayani rezim baru dengan imbalan yang lebih ‘wah’. Di masa puncaknya, StabilCo memiliki 450 tentara bayaran yang digaji bahkan ketika mereka tidak bertempur. Ketika giliran rezim Mobutu yang jatuh, Ellis nyaris harus membayarnya dengan nyawanya sendiri. Pada saat operasi pemindahan harta kekayaan Mobutu dari kota Gbadolite, ratusan tentara Zaire yang mengamuk menyerbu pangkalan udara dan menghancurkan Hind-D milik Ellis dan 3 MiG-21 milik StabilCo.

Ellis dan Van Heerden selamat setelah mereka keluar Gbadolite dengan berjalan kaki, dan ditemukan oleh pasukan khusus Perancis yang lalu mengangkut keduanya keluar Zaire dengan helikopter Super Puma. Kakinya tertembak, namun setidaknya bayaran mereka dalam bentuk permata. Bangkrut dan kehilangan perusahaan, Neil Ellis kembali ke EO yang sudah bersalin rupa menjadi Sandline International. Sandline International melaksanakan tugas kotor pemerintah Inggris yang terikat oleh mandat lemah PBB. Kolonel Ellis menjadi penerbang Mi-24D untuk Sandline yang disewa pemerintah Sierra Leone dan bertugas untuk mengalahkan pemberontak RUF (Revolutionary United Front). Yang tidak diketahui, Neal Ellis juga bekerja untuk Inggris, menggunakan Mi-24Dnya untuk mengangkut pasukan khusus Inggris, 22nd Special Air Service untuk melaksanakan misi pengintaian di seluruh Sierra Leone. Keterlibatan Ellis di pihak Inggris kemudian menjadi ‘sah’ saat ia terlibat dalam operasi Barras. Kenyataannya, Inggris secara de facto menempatkan tim adviser dari Royal Air Force untuk memimpin tim Ellis yang menyamar sebagai tim latih untuk AD Sierra Leone.

Ellis dan timnya yang berjumlah sembilan orang menjadi buruan nomor satu RUF, yang menghargai kepalanya senilai US$1 Juta. Sembilan orang yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Perancis, Fiji, dan Ethiopia tersebut ditugaskan sebagai mekanik, juru tembak, juru tembak senapan mesin, dan ahli senjata. Soal keahlian tidak usah ditanya, Ellis adalah seorang legenda. Ia berani menerbangkan sang Krokodil di ketinggian yang sangat rendah, menghancurkan sarang pemberontak RUF. Di saat UNAMSIL tidak berani menembak, Ellis enteng saja menembakkan roket 80mm secara salvo dan menghajar musuh dengan senapan mesin 12,7mm YakB.

r22674_55762

Ia dua kali menjadi penyelamat: setelah semua pasukan pemerintah kabur dari RUF yang merangsek di gerbang kota Freetown, Ellis dengan Mi-24Dnya menjadi satu-satunya penghalang, dengan efisien menembakkan roket dan senapan mesin sampai seluruh pemberontak RUF lari kalang kabut. Dalam kesempatan lainnya, Ellis menerbangkan dan memburu musuhnya di malam hari, semua tanpa menggunakan NVG. Tidak heran ada begitu banyak lubang di Mi-24nya, yang semua ditambal seadanya saja. Dalam kata-kata Ellis, “ini kantor saya, kalau hujan memang sering bocor.” Selama lima tahun Ellis dan timnya mempertahankan Freetown sampai kota itu kemudian jatuh karena ketiadaan suku cadang menyebabkan dua Mi-24D terakhir Sierra Leone akhirnya rusak karena tidak ada suku cadang. Ellis dan timnya akhirnya keluar dengan selamat. Walaupun mengatakan akan pensiun, jiwa petualangan Neall Ellis akhirnya membawa pria tua ini ke Afghanistan, dimana ia menerbangkan Mi-17 untuk AU Afghanistan yang baru dibentuk selama tiga tahun, dimana menurutnya, Afghanistan lebih menakutkan dibandingkan dengan Sierra Leonne. Terakhir Ellis terdengar pensiun dan tinggal di Inggris, namun ditawari untuk bertempur di Libya. Bagi anda yang tertarik untuk mendalami kisah Neall Ellis, dapat membeli buku Gunship Ace, The Wars Of Neall Ellis, Helicopter Pilot and Mercenary.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *