Penampakan Desain KFX/ IFX Dalam Uji Terowongan Angin

Sisi bawah fuselage yang merupakan internal weapon bay KF-X
Sisi bawah fuselage yang merupakan internal weapon bay KF-X

Walaupun sempat didera isu proses ToT dari Amerika Serikat untuk mesin yang akan digunakan dalam proyek pesawat tempur stealth KF-X/IF-X, ternyata proses riset dan ujicoba untuk pengembangan pesawat KFX/ IFX terus dilakukan di Korea Selatan. Berdasarkan situs berita Korea Selatan bemil.chosun, KAI (Korean Aerospace Industries) dan KARI (Korean Aerospace Research Institute) akan mulai memasuki fase uji terowogan angin untuk mengetahui karakteristik desain fuselage dalam menghadapi gesekan dengan udara dalam kecepatan tinggi dan rendah. Seperti lazimnya proses desain, uji terowongan angin akan digunakan untuk menyempurnakan model sehingga dihasilkan bentuk yang memiliki kestabilan tinggi dan drag yang rendah.

Tampak depan atas
Tampak depan atas

Proses ujicoba di terowongan angin akan melibatkan tim dari DAPA (Defense Acquisition Program Administration) yang menangani KF-X, Angkatan Udara Korea Selatan, KAI, dan Lockheed Martin yang jumlah totalnya adalah 50 orang, dan dilakukan di fasilitas uji Hangwoyeeon. Fasilitas uji Hangwoyeeon sudah memiliki banyak pengalaman dalam menguji berbagai model wahana, mulai dari mobil, kapal, sampai dengan desain pesawat penumpang KC-100. Tes terowongan angin ini akan melibatkan tiga tahap, yaitu optimalisasi bentuk selama dua hari, akuisisi parameter data selama tiga hari, dan kemudian riset detil mengenai karakteristik pesawat dalam kecepatan tinggi dan rendah, vibrasi yang terjadi, bagaimana pasokan udara ke mesin berdasarkan desain inlet, dan sebagainya. Pengujian ini direncanakan akan berlangsung selama 3.000 jam.

KFX 3D

Model yang digunakan untuk uji menggunakan model dengan kulit metal komposit yang nantinya akan digunakan dalam purwarupa, dan dibuat dalam skala 1/13 secara presisi. Nampak dalam gambar adalah desain KF-X C103 yang menggunakan dua mesin, dengan bentuk menyerupai F-22 Raptor. Walaupun didesain stealthy, KF-X sendiri tidak akan memanfaatkan sistem sensor internal seperti sensor elektro optik IRST, dan akan mengandalkan pada sistem pod eksternal untuk membawa sensornya. Pilihan ini diyakini aan mempersingkat waktu pengembangan. Situs berita yang sama juga menyatakan bahwa model KF-X C105 juga akan menjalani pengujian yang sama. Indonesia sebagai co-partner pengembangan KF-X/ IF-X sendiri juga terus melakukan riset material dan bahan, dan rencananya ujicoba serupa akan dilakukan secara mandiri di IF-X Design Centre yang berlokasi di Bandung.

Comments

comments

2 thoughts on “Penampakan Desain KFX/ IFX Dalam Uji Terowongan Angin

  1. Proses ujicoba di terowongan angin akan melibatkan tim dari DAPA (Defense Acquisition Program Administration) yang menangani KF-X, Angkatan Udara Korea Selatan, KAI, dan Lockheed Martin yang jumlah totalnya adalah 50 orang

    Kok ga ada dari pihak Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *