Paduan SS-1V1 dan Munisi MU-5TJ Pindad Mampu Jebol Rompi dan Helm Standar USMC

Para Prajurit Korp Marinir TNI-AL mencatatkan ‘kejutan’ dalam latihan bareng Rim of Pacific di Kaneohe Bay Marine Corps Base Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat baru-baru ini. Pada saat uji zeroing senjata bersama kontingen Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia dalam kompi gabungan, Marinir Indonesia yang menggunakan SS-1 V1/M1 dan peluru MU-5TJ justru sukses menjebol pelat keramik pada rompi anti peluru MTV (Modular Tactical Vest) standar Korp Marinir AS.

gunakan-ss1-v1-tni-al-jebol-rompi-antipeluru-marinir-as-YM7

Masing-masing prajurit dari tiap negara menggunakan senapan serbu organik, Marinir AS menggunakan karabin M4, Australia menggunakan EF88 Austeyr, sementara Marinir Indonesia menggunakan SS-1V1. Sasarannya adalah rompi anti peluru berikut helm organik Korp Marinir AS, LWH (Light Weight Helmet). Dari ketiganya, hanya SS-1V1 yang sukses menjebol pelat keramik yang dipasang di balik rompi MTV, sementara dua senapan lain hanya menimbulkan penyok saja.
Tembakan akurat dari prajurit Korps Marinir berhasil menjebol rompi tepat di bagian jantung dan area dada, dan membuyarkan serabut-serabut kevlar dan benang cordura nylon yang menyusun rompi MTV. Sementara peluru yang menghajar LWH benar-benar tembus depan dan belakang. Kehebatan peluru dan senapan buatan Pindad ini tak ayal membuat kontingen negara lain penasaran dan berebut mencoba SS-1V1, seperti yang disampaikan Dan Satgas Marinir Indonesia, Mayor (Mar) Indra Fauzi Umar yang sehari-hari bertugas sebagai Pabandya Spers Pasmar-2.

Seperti yang diketahui khalayak, SS-1V1 merupakan hasil adopsi dari senapan serbu FN FNC buatan Belgia, dan merupakan senapan serbu standar TNI saat ini, sembari menunggu SS-2 diadopsi secara meluas. Korp Marinir sendiri menggunakan SS-1V1, SS-1V2, dan SS-1M (Marinized) yang lebih tahan karat. Sementara itu, peluru yang digunakan adalah peluru 62grain MU-5TJ (Tajam) yang dibuat sesuai standar peluru SS109 yang merupakan standar NATO. Peluru ini memiliki penetrator baja dan dikelilingi oleh inti timah, yang pada gilirannya diselubungi jaket tembaga. Kepala peluru diberi warna hijau metalik.

Kemampuan peluru 5,56x45mm ini mampu menembus helm Kevlar dari jarak 600 meter, dan bila melihat jarak zeroing pada latihan bersama yaitu 25 meter, sebenarnya hal tersebut merupakan kinerja yang masih masuk parameter kualitas. Artinya, PT Pindad mampu membuat peluru sesuai dengan standar NATO dan memiliki kualitas yang tinggi. Selamat untuk Korp Marinir TNI-AL dan PT Pindad.

Sumber berita: Sindonews dengan perubahan

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *