Militer Filipina: Kata Siapa TNI Boleh Beroperasi di Wilayah Darat Filipina?

Harapan rakyat dan pemerintah Indonesia untuk solusi cepat atas penyanderaan awak tug boat Charles 001 melalui opsi operasi militer kandas sudah. Setelah sebelumnya ada wacana bahwa Indonesia dapat mengerahkan pasukan khusus TNI untuk melakukan operasi pembebasan sandera (basra) di wilayah Filipina, akhirnya Angkatan Bersenjata Filipina (Armed Forces of the Phillipines – AFP) angkat suara untuk menjernihkan persoalan.

Menurut juru bicara AFP Kolonel Restituto Padilla, tatacara militer Indonesia untuk beroperasi di wilayah Filipina sudah diatur melalui perjanjian bilateral Indonesia dan Filipina yang ditandatangani tahun 1975. Perjanjian tersebut memang memperbolehkan elemen TNI untuk melakukan operasi militer, namun terbatas di wilayah perairan laut Filipina dan bukan di daratannya.

“Sebagian dokumen tersebut mencakup pasal mengenai pengejaran (hot pursuit). Perjanjian ini memampukan Angkatan Laut ataupun Penjaga Pantai untuk mengejar perompak dan kriminal yang dipergoki melakukan kejahatan dan kami boleh mengejar melewati batas teritorial termasuk wilayah laut, setelah melewati perairan internasional. Untuk urusan operasi tempur di daratan, hal tersebut tidak termasuk dalam bagian perjanjian. Hal itu masih bertentangan dengan konstitusi kami.

Padilla sendiri mengatakan, sejauh operasi militer dilakukan di wilayah laut terbuka, maka penggunaan segala kekuatan, termasuk tembakan yang mematikan, akan diperbolehkan bila memang diperlukan. Tindakan yang agresif diperbolehkan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan di perairan, dan hal ini dijamin oleh perjanjian. Kolonel Padilla masih menambahkan bahwa delegasi dari Jakarta dan Manila masih akan bertemu untuk membicarakan pelaksanaan perjanjian tahun 1975 tersebut.

Keterangan Kolonel Padilla tersebut memperjelas persoalan mengingat selama beberapa hari terakhir telah timbul wacana bahwa pemerintah Filipina sudah memberikan persetujuannya terhadap permintaan Indonesia untuk melaksanakan operasi militer untuk membebaskan awak tug boat Charles 001 yang telah menyimpang dari rutenya dan ditangkap oleh perompak. Wacana operasi TNI di daratan Filipina ini menurut ANC muncul pada saat wawancara antara Kyodo News dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin di Filipina. IndoMIL masih menunggu tanggapan Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan atas hal ini. (Dikutip dari wawancara Kolonel Restituto Padilla dengan ABS-CBN News dan berita di situs ANC)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *