MiG-21 Bison, Upaya Perpanjang Usia si Jago Tua

India merupakan negara yang mengoperasikan pesawat pencegat MiG-21 Fishbed, yang didatangkan dalam beberapa kali gelombang pengadaan dengan model yang berbeda-beda. Ada Mig-21 F-13 (Type 74) seperti yang pernah digunakan TNI AU, MiG-21 PF (Type 76), dan MiG-21FL (Type 77) yang mulai diproduksi lokal oleh HAL, dan terakhir MiG-21M/ MF (Type 96). Pada 1980 AU India memulai program modernisasi yang menghasilkan 300 unit MiG-21 Bis. ada Secara total India mengoperasikan lebih dari 400 MiG-21 yang dibagi ke dalam 16 skadron.

MiG-21 Bison dengan roket S-7 dan tangki cadangan, perhatikan ukuran kaca kokpit yang lebih besar dan menggelembung
MiG-21 Bison dengan roket S-7 dan tangki cadangan, perhatikan ukuran kaca kokpit yang lebih besar dan menggelembung

Rencana awalnya, India akan menggantikan MiG-21 tersebut dengan HAL Tejas, tetapi karena lambatnya pengerjaan Tejas, India akhirnya terpaksa memperpanjang umur pakai MiG-21. Pertimbangannya, selain karena banyak, MiG-21 juga bandel dan mudah dirawat. Awalnya India memutuskan memperpanjang usia pakai MiG-21 dalam program MiG-21-93/ UPG yang fokus pada perpanjangan usia airframe. Dalam perjalanannya, program ini lebih populer dikenal sebagai MiG-21 Bison, dari nama MiG-21 Bis. Kontrak diberikan pada MiG-MAPO pada bulan Maret 1994, senilai US$626 Juta untuk 125 pesawat plus opsi 50 pesawat, atau 50% dari populasi MiG-21 India. Perubahan pada airframe mencakup penguatan struktur, desain kerucut pada hidung pesawat yang baru untuk mengadopsi radar yang lebih besar, kanopi baru dari bahan akrilik yang memperluas bidang pandang, dan windshield tunggal.

Avionik baru yang dicangkokkan ke dalam Mig-21 Bis meliputi sistem radar X-band Pulse Doppler Radar buatan perusahaan NIIR-Phazotron Kopyo (tombak) yang diberikan sebanyak 125 unit berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 1996. Opsi 50 unit berikutnya menggunakan versi radar yang lebih baik, Kopyo-M. Selain itu ada sistem RWR (Radar Warning Receiver) Tarang buatan ASIEO/ DRDO India yang baru dikembangkan dan dipasang ke sirip tegak MiG-21 Bis. Untuk navigasi dipilih Sextant Avionique TOTEM RLG-INS (Inertial Navigation System) dengan sistem NSS-100P GPS. Kokpit mendapat ubahan dengan pemasangan Sextant MFD-55 LCD, flight data recorder, sistem kendali HOTAS, dan Head Up Display buatan El-Op yang lebar dan nyaman. MiG-21 Bis juga dilengkapi HMS (Helmet Mounted Sight) Sura-K buatan Ukraina. Manajemen persenjataan dibuat digital, berikut juga komputer yang mengukur kondisi udara. Pertahanan pesawat ditingkatkan dengan pemasangan pelontar flare Vympel sebanyak 2 unit di wingroot dengan 120 cartridge.

Aerial view MiG-21 Bison, perhatikan punuk dan extension memanjang pada wingroot sebagai tempat avionik (Credit: airheads)
Aerial view MiG-21 Bison, perhatikan punuk dan extension memanjang pada wingroot sebagai tempat avionik (Credit: airheads)

bison 2

Proses modifikasi berlangsung lebih lambat dari rencana, dengan India dan Rusia awalnya saling menyalahkan satu sama lain sebagai biang keroknya terkait masalah dokumentasi, daftar material yang digunakan, dan lambatnya integrasi sistem. Dua pesawat pertama baru bisa menjalani uji terbang pada 6 Oktober 1998, dan setahun berikutnya sudah menjalani uji penembakan rudal Vympel R-73RDM2 dan R-77/RVV-AEE, menandakan MiG-21 Bison sebagai MiG-21 dengan kemampuan bertempur BVR (Beyond Visual Range) yang pasti tidak pernah terbayangkan oleh desainernya.

Setelah 200 kali uji terbang, upgrade MiG-21 Bison dinyatakan berhasil dan kit mulai dikirimkan ke HAL untuk diproduksi secara lokal. MiG-21 Bison lokal pertama terbang pada 31 Agustus 2001. Skadron pertama India yang menerima MiG-21 Bison adalah Skadron 3 ‘Cobra’, menyusul berikutnya Skadron 21, 32, dan 51. Pilot-pilot MiG-21 Bis menjalani konversi melalui program simulator sebanyak 10 sorti di Bangalore dan latihan riil sebanyak lima sorti di Nasik. MiG-21 Bison sendiri sudah bertugas selama sepuluh tahun sampai akhirnya HAL Tejas pertama masuk skadron operasional, sehingga kurang-lebih masih butuh waktu lima sampai tujuh tahun lagi sampai seluruh MiG-21 Bison akan pensiun seluruhnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *