Maaf, Kami tidak Butuh Pod Eksternal Seperti Sniper atau Litening

Mungkin itu kata-kata yang diucapkan oleh seorang pilot atau navigator/ operator senjata dari Su-34 Fullback saat diperintahkan menjatuhkan bom berpemandu laser pada kondisi siang cerah. Kalau di kebanyakan pesawat tempur buatan Barat, kemampuan mengarahkan bom pintar, terutama yang berpemandu laser, biasanya diperoleh dari pemasangan pod targeting eksternal seperti Litening atau Sniper, yang harganya cukup mahal. Pod Litening harganya bisa mencapai US$ 1,4 juta dolar sebuahnya, belum termasuk biaya integrasinya bagi pesawat tempur yang akan menggunakannya. Punya uang pun belum tentu bisa membeli, karena akan sangat tergantung pada ijin dari Pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga: Su-34, Pembom Tempur Nan Didgdaya

Tampak bawah dari Su-34 dan posisi LTPS Platan
Tampak bawah dari Su-34 dan posisi LTPS Platan

Nah, Rusia dengan pembom terbarunya Su-34 Fullback tidak menghadapi kendala semacam itu. Untuk memandu bom pintar, Su-34 sudah memiliki sistem kamera dan penyorot laser (laser designator) yang terintegrasi dengan badan pesawat. Perangkat tersebut bernama LTPS Platan buatan pabrikan UOMZ yang berlokasi di Yekaterinburg. Sistem seperti Platan pun sebenarnya bukan merupakan hal yang baru, karena Rusia sudah punya tradisi menggunakan sistem pemandu terintegrasi seperti Kaira yang terpasang pada Su-24 dan Mig-27.

LTPS Platan berada dalam kondisi terbuka, terlihat lensa kamera dan laser designator
LTPS Platan berada dalam kondisi terbuka, terlihat lensa kamera dan laser designator
LTPS Platan dalam kondisi tertutup
LTPS Platan dalam kondisi tertutup

Sistem LTPS Platan terdiri dari dua kamera yaitu kamera normal (day camera) dan LLTV (Low Light Television) yang memberikannya kemampuan untuk membidik dalam kondisi malam hari. Selain kamera, masih ada lagi laser designator untuk mengarahkan bom berpemandu laser ke sasaran. LTPS Platan sendiri terletak pada terminal di antara dua mesin Su-34, di depan cantelan tengah (ceterline pylon). Dalam kondisi tidak digunakan, perangkat ini akan terlipat rata dengan fuselage. Pada saat hendak digunakan, LTPS Platan akan diturunkan sehingga jendela lensa akan terbuka sehingga laser atau televisi bisa mendapatkan gambaran di bawah. Beragam bom dengan pemandu laser dapat dibawa, seperti KAB-500S-E yang dijatuhkan di Suriah, atau rudal berpemandu televisi seperti Kh-29T bisa dipandu secara internal.

Su-34 dalam formasi
Su-34 dalam formasi

Kemampuan Su-34 untuk meluncurkan beragam munisi pintar ini menjadi nilai plus bagi negara yang mungkin tidak memiliki banyak dana untuk mengakuisisi sistem elektro optik tambahan. Membeli pod targeting dalam jumlah kecil juga bukan solusi, karena artinya pod harus dipindah-pindahkan ke pesawat yang tersedia. Sistem ini memang ada kekurangannya, seperti ketiadaan kamera termal yang akurat. Kamera termal sangat dibutuhkan terutama dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan atau kondisi berawan sehingga misi pemboman dapat tetap dilakukan secara akurat. Untuk itu, Rusia memiliki sejumlah sistem pod eksternal seperti Sapsan-E atau Solluks jika ingin membuat Su-34 menjadi pembom tempur segala cuaca. Betapapun, keberadaan sistem seperti LTPS Platan akan sangat membantu pilot Su-34 untuk dapat menyarangkan bom dengan telak ke sasaran, tanpa perlu persiapan njlimet di darat.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *