M27 IAR, Saat Marinir AS Memilih Senapan Otomatis

Pada saat penulis mengangkat kompetisi IAR (Infantry Automatic Weapon) dua tahun yang lalu, tak pernah terbetik dalam pikiran bahwa hasil akhirnya akan terwujud dalam M27 IAR yang benar-benar akan menggantikan M249SAW.

m27_3

Saat itu penulis mengangkat sejumlah varian yang dikirim oleh pabrikan seperti Ultimax 100, SCAR IAR, Colt, dan Lewis Machine Tools. Awalnya penulis mengira bahwa FN IAR akan memenangkan kompetisi karena kecondongan USSOCOM dalam memilih Mk16 SCAR-L dan Mk17 SCAR-H untuk kesatuan khusus. Tanpa dinyana, Korp Marinir AS memilih HK416 yang bahkan di awal kompetisi tidak masuk hitungan sama sekali! Apa yang awalnya divisikan sebagai program parsial-hanya mengganti 2.000 pucuk M249 dari total 10.000 pucuk M249, kini diputuskan sebagai major change, dimana M27 akan didapuk sebagai senapan otomatis yang mendukung gerak pasukan.

141203-M-DU612-113

Apa yang terjadi? Penggantian M249SAW menjadi M27 tidak hanya sekedar penyegaran senjata. Dibaliknya ada upaya besar dalam hal logistik suku cadang, dan yang terpenting tentunya, adalah perubahan besar dalam doktrin infantri Korp Marinir AS. Seperti diketahui, M249SAW didapuk sebagai pengganti kekuatan 2 M16 dalam struktur regu, sehingga jumlah rifleman bisa dikurangi. Ketika M249SAW diganti M27, penggantinya ternyata 1:1, yang berarti secara teoritis daya tembak berkurang. Namun hal ini dibantah oleh Panglima ke-35 Korp Marinir AS, Jenderal James Amos. Perubahan M249SAW menandai perubahan dalam doktrin Marinir. “Saat latihan, Marinir akan menggunakannya dalam mode semi-otomatis sampai mereka berjarak 100 meter dari musuh, kemudian berpindah ke rentetan panjang (full auto) untuk memberikan tembakan intensitas tinggi yang sangat akurat.”

Jadi kuncinya adalah akurasi untuk mengimbangi berkurangnya kerapatan tembakan. Marinir sejak awal selalu diajarkan keunggulan firepower untuk mengejutkan dan mengalahkan musuh, tetapi sekarang ironisnya memenuhi kredo every marine is a rifleman. Di dunia memang ada cukup banyak populasi senapan otomatis seperti MG36, AUG HBAR, Diemaco LSW, L86A2 atau RPK, namun penggunaannya tak pernah meluas dan aplikasinya terbatas. Maklum, produk setengah-setengah kadang memang dianggap sebagai ‘banci’, tak cukup akurat sebagai senapan, tapi tak juga andal untuk fungsi senapan mesin.

m27_1-630x320

The Marines goes Cadillac
Dengan begitu besarnya kepercayaan Marinir kepada M27IAR, seberapa hebatnyakah senjata yang satu ini? Tak bisa dipungkiri, HK416 sebagai kakak M27 sudah mencatatkan nama yang harum sebagai senjata yang menamatkan karir teror Osama Bin Laden dalam operasi Neptune Spear. M27 IAR, karena bentuknya yang merupakan senapan serbu, jauh lebih ringan dibandingkan dengan M249 SAW. Sepucuk M27 IAR dalam keadaan terisi hanya berbobot setengahnya dibanding M249. Ini berarti penembak IAR tak harus mengandalkan A-gunner (asisten penembak) saat bermanuver. Seorang penembak IAR sama mandirinya dengan seorang rifleman, dan ia bisa membawa lebih banyak logistik sebagai ganti dari beban laras maupun kotak peluru cadangan.

Soal keandalan, HK416 sudah menggunakan sistem pengoperasian piston yang diadopsi dari AR-18, dimana gas yang disalurkan lewat blok gas mendorong batang piston yang dilengkapi pegas untuk menonjok bolt kebelakang agar bisa mengeluarkan kelongsong dan memasukkan peluru baru. Sistem ini jauh lebih dingin dibandingkan dengan direct gas impingement milik keluarga M16. Efeknya, M27 memang bisa diandalkan untuk tembakan dalam rentetan panjang secara terkontrol-HK menyebutkan bahwa M27 dapat menembak sebanyak 90 peluru per menit dalam rentetan 3-5 peluru sekali tarik pelatuk. Ini adalah batas aman, mengingat M27 tak memiliki fitur ganti laras cepat seperti M249 SAW. HK juga tak merasa perlu untuk menerapkan sistem open-bolt untuk M27, mungkin dengan pertimbangan bahwa model open bolt tentunya kalah akurat dari closed bolt. Jadi, komponen M27 IAR bolehlah diasumsikan sama seperti HK416.

Pengisian peluru menggunakan stripper clip ke dalam magasen M27 IAR
Pengisian peluru menggunakan stripper clip ke dalam magasen M27 IAR

Kemampuan tersebut disokong pula oleh penggunaan laras tebal yang dibuat dengan metode cold hammer forged alias tempa dingin yang dijamin punya daya tahan maksimal terhadap panas. Korp Marinir tentunya sudah menguji laras ini secara mendalam, mengingat sekali overheat, penembak IAR tidak punya pilihan selain membuang senjatanya karena laras M27 IAR memang tak bisa diganti. Konon, HK menjamin bahwa larasnya mampu melampaui 15.000 kali tembakan tanpa perubahan pada rigiditas larasnya sendiri. Sementara panjang laras yang dipilih, 16,5” tergolong kedalam mid-length profile dan saat ini populer sebagai laras dengan panjang optimum untuk menjaga agar kecepatan lesat peluru M855/M855A1 yang terlontar dari mulut larasnya tidak turun drastis sehingga kehilangan terminal balistiknya.

Laras dengan panjang yang sama diadopsi oleh Diemaco C8A2 SFW/L119A1 dan terbukti populer di kalangan pasukan khusus. Pilihan ini terbukti tak mengecewakan, karena M27 IAR punya akurasi dibawah 4 MOA saat ditembakkan dalam moda semi-otomatis dan kurang dari 8 MOA saat ditembakkan dalam rentetan panjang. Grouping yang terkontrol ini memenuhi janji akan sebuah senjata yang jauh lebih akurat, dan mendukung perubahan doktrin yang digariskan Jenderal James Amos. Satu yang unik adalah penambahan cincin dudukan untuk bayonet standar OKC-3S Korp Marinir. Berbeda dengan AD AS yang sudah menghapuskan teknik pertempuran bayonet, Korp Marinir AS masih menganggap pertempuran dengan bayonet terhunus sebagai silabi penting yang harus terus diajarkan pada tiap Marinir. Penambahan bayonet lug pada M27 membuktikan bahwa tradisi ini akan diteruskan oleh Korp Marinir AS.

Laras M27 IAR dilindungi dengan sistem rel FFRS (Free Floating Rail System) sepanjang 11 inci yang dibuat dengan sistem one piece sehingga bebas dari goyangan (wobble). Sama seperti HK416, sistem one-piece FFRS dikunci dengan satu mur besar yang bisa dibuka dengan salah satu lug dari kepala bolt. Sebagai pemanis, Korp Marinir AS memilih kaver RIS AIM Manta dengan warna tan. Di kuadran bawah nangkring Harris S-L Bipod yang didudukkan melalui LaRue mount. Bipod ini memiliki panjang 9 inci dan saat direntangkan menjadi 13 inci, dan merupakan bipod standar Korp Marinir AS yang biasanya digunakan pada senapan runduk Mk 11 Mod 2, pada M27 sangat membantu pada saat penembak IAR memberikan tembakan perlindungan sambil bertiarap. Saat membidik biasa, tersedia front grip broomstick warna tan pula. Sistem laser/IR AN/PEQ-16 yang digunakan Korp Marinir rasa-rasanya juga tak sulit mencari dudukan di FFRS.

m27-630x320

Yang paling menarik dari M27 IAR adalah sistem optik yang digunakan. Alih-alih menggunakan optik reflex/ jarak dekat, Korp Marinir memilih Trijicon ACOG 3,5×35 TA11 SDO (Squad automatic-weapon Day Optic). Awalnya merupakan pengadaan tahun 2009 untuk SAW, TA11 akhirnya dipasangkan ke M27. Berbeda dengan ACOG lainnya, optic seharga US$2.750 ini memiliki retikula utama berupa titik merah yang dilingkupi setengah lingkaran di sisi atas. Tersedia setelan untuk titik jatuh peluru dengan noktah 4, 6, 8, dan 10, tiap noktah mewakili kelipatan 100 meter dan disetel untuk kaliber 5,56x45mm. Apabila bertempur pada jarak dekat, penembak tinggal menaikkan bidikannya sedikit dan mengakuisisi lawan melalui optik reflex Trijicon RMR (Ruggedized Miniature Reflex) RM05 dual illumination amber dot sight yang memiliki retikula sebesar 9 MOA dan nangkring diatas ACOG.

Kalau kedua sistem optik tersebut gagal, mau tak mau penembak harus menoleh pada sistem pisir/ pejera cadangan. Pada versi HK416, BUISnya berupa pisir ghost-ring yang merupakan ciri khas HK. AS yang tidak terbiasa lebih memilih KAC Micro BUIS sight dengan setelan 200-600 meter, dengan model tiang pisir-pejera yang mirip dengan milik M16. Satu keunggulan lain yang cocok dengan kemampuan amfibi Korp Marinir adalah fitur OTB (Over The Beach) dari M27IAR. Fitur OTB terwujud dalam beberapa drain hole, atau lubang kecil yang ada di buffer tube dan bolt carrier, untuk menguras air dari dalam mekanisme sehingga senapan aman ditembakkan saat keluar dari dalam laut saat Marinir melakukan pendaratan di pantai.

Terakhir bicara soal kenyamanan, IAR menang dibandingkan dengan M4. Popor bawaan M27 sudah mengadopsi popor 6 posisi HK dengan bantalan karet tebal yang memiliki tempat penyimpanan untuk baterai. Bandingkan dengan popor plastik 6 posisi LE Model standar Colt yang tak punya fitur apa-apa. Pistol grip pada M27 pun lebih ergonomic dan punya tempat penyimpanan internal untuk firing pin cadangan atau kit pembersih.

Lho Kok Sama?
Biarpun Korp Marinir sudah mengajukan alasan dan bahkan sampai menyatakan perubahan doktrin, masih banyak yang meragukan langkah drastis yang ditempuh dalam penggantian IAR tersebut. Banyak yang menyebut bahwa Korp Marinir memiliki agendanya sendiri dalam keputusan pengadopsian M27 tersebut. Salah satu yang skeptis adalah website Military Times yang rajin mengikuti dan meliput perkembangan yang terjadi di tiap Kecabangan militer AS. Dalam video yang mereka unggah, Military Times menemukan bahwa M27 tak memiliki banyak perbedaan dengan HK416D, bahkan termasuk sampai ke komponen dalamnya. Tak ada komponen yang diperkuat untuk penembakan rentetan panjang secara terus-menerus misalnya. Kecurigaan mengarah bahwa M27 sebenarnya adalah trik dari Korp Marinir untuk menggantikan M16A4 dan M4 yang mereka gunakan.

Maklum, Korp Marinir selalu dipinggirkan oleh Kongres AS dalam masalah pengadaan alutsista. Hal ini kentara seperti dalam kasus penolakan AH-64 untuk Korp Marinir AS, atau pembatalan sejumlah proyek seperti CV-22 Osprey yang sesungguhnya amat vital untuk Korp Marinir. Pada saat pembaca menerima edisi ini, terdapat sejumlah 191.372 pucuk M16A4 dan 83.344 pucuk M4 didalam Korps. AD AS sudah melangkah maju dengan program Advanced Individual Carbine untuk menggantikan M4, namun hal yang sama tidak diberikan oleh Pentagon pada Korp Marinir.

Bukanlah rahasia bila M16A4 dan M4 merupakan senapan yang less than ideal untuk memenuhi kebutuhan Korp Marinir karena sifatnya yang rentan debu dan kotoran. Masalahnya, M16A4 dan M4 terhitung sebagai pengadaan baru bagi Korp Marinir, dimana umurnya belum lagi melewati satu dasawarsa. M27 adalah langkah potong kompas Korp Marinir AS, karena dengan memperkenalkan senjata baru, mereka tidak perlu menembus ketatnya birokrasi dan mengadakan program berbiaya secara besar. Pengadaan 4.000 pucuk M27IAR adalah satu kudeta merayap atas M16A4/M4 yang dimainkan dengan ciamik oleh para petinggi Korp Marinir dalam bungkus penggantian M249 SAW.

Betapapun, penggelaran M27 IAR di lapangan bukannya tanpa kendala. Sesuai ungkapan dari Jenderal James Amos, M27 diarahkan sebagai senapan otomatis untuk memberikan tembakan perlindungan (suppression fire) yang akurat. Permasalahannya adalah, tidak seperti M249 SAW yang punya kotak peluru berkapasitas 200 butir yang dipasok dalam sabuk, M27 yang dibagikan ke prajurit di lapangan hanya dibekali 22 magasen USGI milik M16. Secara teoritis jumlah totalnya yang 660 butir kurang lebih setara dengan combat load seorang penembak SAW. Namun dari segi cakupan dan volume tembakan yang diberikan, penembak M27 tentu kalah cepat dari SAW. Dalam skenario pertempuran kota dengan pergerakan pasukan yang dinamis, cepat, dan berharap pada kontak tembak jarak dekat, M27 IAR membutuhkan magasen berkapasitas tinggi.

Sebenarnya ada beberapa solusi magasen kapasitas tinggi seperti Beta C-Mag yang punya kapasitas 100 peluru. Beta sendiri konon sedang mengembangkan varian C-Mag yang dikhususkan untuk M27/HK416 yang punya bentuk magwell sedikit lebih melengkung dibandingkan M16/M4. Faktor perbedaan sudut pada M27 ini pula yang kabarnya menyebabkan masalah kompatibilitas magasen. Seperti diketahui, keluarga besar HK416 menggunakan magasen proprietary HK steel magazine yang punya bentuk sedikit beda dibanding magasen USGI. Kala magasen USGI dipasang ke lubang magasen M27, ada kemungkinan magasen tidak mau jatuh bebas saat tombol pelepas magasen ditekan. Ini berarti penembak harus menambah gerakan ekstra untuk mencabut magasen dan memasang magasen baru. MagPul PMag yang terkenal karena ketahanan polimernya menghadapi perlakuan kasar dikabarkan tak sesuai dengan M27, padahal makin banyak prajurit yang membeli PMag karena keunggulannya dibanding magasen USGI. Solusi apabila penembak IAR tetap ingin menggunakan produk MagPul adalah dengan membeli MagPul EMag (E singkatan Export) yang sebenarnya ditujukan bagi L85A2 atau HK416.

M27

Persoalan yang lain adalah masalah bipod. Untuk memberikan perlindungan tembakan yang akurat, M27 dibekali bipod buatan Harris tipe S-L yang biasanya dipakai oleh penembak runduk. Saat dipakai untuk senapan runduk memang bipod ini adalah salah satu yang dipuji karena mampu menyediakan dudukan yang ajek. Namun saat dibawa oleh regu infantri yang bergerak secara lebih fluid dan dinamis, bipod Harris tak mampu mengimbangi. Saat marinir bergerak, berlari, tiba-tiba tiarap dan berlindung dari tembakan, senjata bisa dibanting-banting. Lebih buruk lagi, kalau IAR ditimpa oleh tubuh seorang marinir, 80 kg ditambah rompi dan peralatan lain, total bisa 100-120kg. Senapan bisa menahannya, namun bipod yang punya tubuh berongga tentu tak kuat menahan beban tersebut. Marinir membutuhkan bipod lain yang jauh lebih kokoh dibandingkan standar issue saat ini.

Akhir kata, masih banyak misteri yang menyelubungi keberadaan M27 IAR. Sebagai senapan serbu berkemampuan tembak otomatis, keberadaannya jelas jauh lebih unggul dibandingkan M16A4/M4 yang diduga akan digantikannya. Namun untuk memenuhi doktrin yang digariskan mengenai akurasi yang diunggulkan dibandingkan supresi, M27 harus menempuh jalan yang terjal. Maklum saja, dengan jumlah prajurit dan struktur regu yang semakin menciut, maka firepower boleh jadi harus meningkat sebagai pengimbang. Untuk menanamkan imej bahwa kemampuan jauh lebih penting dari ukuran, benar-benar masih butuh waktu.

Heckler & Koch M27 IAR
NSN : 1005-01-579-5325
Kaliber : 5,56x45mm NATO
Panjang : 33,5-37,5”
Bobot : 4 kg (kosong)/ 6kg (plus aksesoris)
Laras : 16,5 inci cold-hammer forged barrel
Twist : 1:7
Mekanisme : short stroke piston-operated
Selektor : Safe-Semi-Auto
Vo : 2.900fps
Kecepatan tembak : 700-900ppm
Jarak efektif : 600-1.000 meter
Optik : Trijicon ACOG SDO 3,5x30mm w/ quick ranging feature & Trijicon RMR

List Aksesoris Standar M27 IAR
• 22 magasen USGI
• Trijicon ACOG TA11 SDO-CP
• KAC 600 meter Back Up Iron Sight (BUIS)
• Blue Force VCAS sling & sling rail mount
• AIM Manta rail cover
• Vertical foregrip
• US Blank Firing Adapter
• Otis Cleaning kit (flexible cleaning rod)
• Harris LaRue Tactical Bipod
• M27 Operator Manual

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *