M113 Ultra, APC AD Singapura di Penghujung Usia

Setelah sibuk diharu-biru pemberitaan mengenai Next Generation AFV, tak ada salahnya kita luangkan waktu sejenak untuk membahas APC (Armoured Personnel Carrier – Kendaraan Angkut Pasukan) M113 Ultra yang digantikannya, kendaraan angkut pasukan yang mungkin sudah tua tapi banyak jasanya. Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) di dekade 1970an dan 1980an menjadikan M113A1 sebagai tulang punggung kendaraan kavalerinya bersama dengan AMX-13SM1. M113A1 diperoleh secara bertahap dari Amerika Serikat, dengan total sekitar 1.000 unit yang digunakan oleh korps lapis baja, artileri, dan zeni tempur, menjadikan SAF pengguna M113 terbanyak di luar Amerika Serikat dan Israel.

Baca: NG-AFV, pengganti M113 Ultra

Memasuki dekade 1990an, SAF merasakan bahwa M113A1 sudah semakin tertinggal, dimana Amerika Serikat saat itu sudah menggunakan M113A3 RISE yang lebih bertenaga. Oleh karena itu, SAF memutuskan untuk melakukan program upgrade, retrofit, dan repowering sejumlah M113A1 ke standar baru yang disebut dengan proyek Ultra. Standar Ultra ini sebenarnya mengubah M113A1 dari kendaraan angkut pasukan menjadi kendaraan tempur, karena proteksi dan daya gebuknya meningkat. Perusahaan dalam negeri Chartered Industries of Singapore (Sekarang ST Kinetics) memenangkan tender proyek senilai sekitar SGD 300 Juta tersebut. Spesifikasi upgrade ditentukan oleh Defence Technology Group dari MinDef.

Skema upgrade M113A1 ke standar Ultra meliputi penggantian mesin menjadi Detroit Diesel Model 6V-53T dengan daya 265hp yang dikawinkan dengan transmisi otomatis Allison TX110-1A. Penggantian transmisi ini menyebabkan perubahan rasio gear sehingga kecepatan M113 Ultra menurun, tapi ditebus dengan tempo akselerasi yang meningkat 20-25%, sehingga membantu M113 Ultra untuk stop and go lebih cepat. Radiator pada M113 Ultra juga diperbesar.

M113 Ultra varian 40/50 (Credit: Armorama)
M113 Ultra varian 40/50 (Credit: Armorama)

Kenyamanan awak M113 Ultra ditambah dengan penggantian torsion bar baru, bersamaan dengan pemasangan peredam kejut yang lebih baik serta idler yang lebih kuat, sehingga kenyamanan awak bertambah dan kelelahan berkurang. Sistem kelistrikan ditingkatkan dengan instalasi geerator baru dengan kekuatan 200 Ampere, sehingga sistem kelistrikannya lebih stabil dan siap dipasangi sistem komputer manajemen pertempuran.

Untuk menjaga keamanan kru, tangki bahan bakar asli M113A1 yang tadinya ada di dalam akhirnya dipindahkan ke luar kendaraan denga metode bolt on. Proteksi awak dan penumpang ditingkatkan dengan pemasangan pelat keramik applique di sekujur kendaraan sehingga proteksi M113 Ultra meningkat menjadi tahan hantaman 12,7mm dari segala sisi plus perlindungan yang meningkat menghadapi ancaman roket antitank. Pelat-pelat keramik applique ini didatangkan dengan nilai kontrak US$ 53 Juta yang lagi-lagi dimenangkan oleh CIS. Untuk menjaga kemampuan apungnya, M113 Ultra dipasangi kit trim vane yang lebih besar untuk mengimbangi bertambahnya bobot.

M113 Ultra dalam parade NDP (Credit: bemil.chosun)
M113 Ultra dalam parade NDP (Credit: bemil.chosun)

Untuk meningkatkan daya hantam M113A1 yang hanya dilengkapi senapan mesin berat M2HB, CIS menggantinya dengan dua konfigurasi. Yang pertama adalah kubah sederhana dengan penggerak elektrik yang disebut kubah 40/50, menggabungkan antara pelontar granat CIS 40mm AGL (Automatic Grenade Launcher) dan senapan mesin berat CIS .50MG. Pintu palka belakang juga dipasangi dua pucuk FN MAG 7,62mm untuk meningkatkan cakupan bidang tembak. Kubah sederhana dengan awak satu orang tersebut dilengkapi dengan pelontar granat asap 76mm CIS SDS-92 dengan jumlah 2×3 buah di kanan-kiri perisai senjata. Juru tembak atau komandan harus mengekspos dirinya saat menggunakan kubah 40/50. Populasi M113 Ultra diperkirakan sebanyak 300 unit, sesuai dengan data jumlah optik MUGS yang dibeli oleh Pemerintah Singapura untuk dipasang pada M113 Ultra 40/50.

Konfigurasi kedua adalah pemasangan kubah OWS (Overhead Weapon Station) dari Rafael Israel yang menggunakan kanon ATK 25mm M242 Bushmaster dipadu senapan mesin koaksial 7,62mm. Pemasangan OWS ini plus kit applique sudah tentu mengubah fungsi M113A1 dari yang tadinya sekedar angkut pasukan biasa langsung menjadi kendaraan tempur yang siap berlaga dengan kanon yang sudah sangat teruji di Perang Teluk II tersebut. Populasi M113 Ultra OWS diperkirakan sebanyak 150 unit, berdasar asumsi perbandingan antara M113 Ultra 40/50 dan OWS sebanyak 2 berbanding 1.

CIS dan kemudian ST Kinetics sendiri aktif menawarkan program M113 Ultra ke banyak negara pengguna M113 yang mungkin cekak dananya untuk mengganti kendaraan angkut pasukan jaman Vietnam tersebut. Sejumlah opsi seperti mesin diesel baru Caterpillar 3126B juga ditawarkan, tetapi tidak ada yang tertarik. Dengan keputusan untuk memensiunkan M113 Ultra, maka satu babak dalam sejarah alutsista Singapura pun ditutup dengan manis.

M113 Ultra
Awak : 2 awak (komandan + pengemudi); 7 prajurit (dengan OWS) atau 9 prajurit (CIS 40/50)
Panjang : 5,32m
Lebar : 2,8m
Tinggi : 2,8m
Bobot : 13 ton
Kecepatan : 74km/ jam (jalanan tanah mendatar); 25km/ jam (cross country)
Akselerasi : 0-32 km/ jam dalam 3 detik
Mesin : Detroit Diesel 6V53T
Sistem senjata : CIS 40mm AGL; CIS .50HMG; 25mm OWS

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *