Let the Party Begin! No Yakhont, There’s Brahmos :)

Setelah menjalani masa pengembangan berbulan-bulan serta proses integrasi yang cukup makan waktu, akhirnya rudal BrahMos versi udara (air launched brahmos) dinyatakan siap untuk menjalani uji penerbangan, dan dikabarkan sudah berhasil menjalani uji terbang perdana seperti disajikan dalam video eksklusif dari The Defence News India pada link berikut :

Su-30MKI taxiing

Seperti kita ketahui, rudal BrahMos versi gotong pesawat dikembangkan dari rudal BrahMos yang diluncurkan dari darat, yang pada gilirannya merupakan hasil pengembangan dari rudal P-8 Oniks/ Yakhont yang dikembangkan sendiri oleh badan riset pertahanan India, DRDO. AU India sendiri telah menyiapkan dua unit Su-30MKI yang digunakan sebagai wahana riset dan integrasi rudal BrahMos versi gotong pesawat. Pesawat pertama telah diserahkan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL) ke perusahaan pembuat rudal BrahMos, BrahMos Aerospace dalam pameran Aero India di Yelahanka, Bengaluru, pada 19 Februari 2015.

Baca juga : Su-30MKI, pesawat tempur multi teknologi

Su-30MKI di bawah shelter dalam persiapan uji terbang perdna dengan menggotong BrahMos (Credit: Manu Pubby)
Su-30MKI di bawah shelter dalam persiapan uji terbang perdna dengan menggotong BrahMos (Credit: Manu Pubby)

Proses riset untuk menciptakan BrahMos versi gotong pesawat sendiri dikabarkan sudah mendekati fase akhir dan diharapkan selesai pada pertengahan 2016 ini, menyusul operasionalnya BrahMos versi maritim yang sudah mengisi sel peluncur di 10 Kapal Perang milik AL India. Pihak Rusia dilibatkan dalam proses modifikasi dan integrasi pesawat, untuk memampukan Su-30MKI menggotong rudal yang bobotnya cukup aduhai ini. Bobot rudal yang seberat 2,5 ton harus mampu digotong pada centreline pylon Su-30MKI, yang artinya perlu ada perkuatan struktur untuk dapat menahan bobot rudal terutama pada saat take-off dan penerbangan menuju sasaran. Dengan jarak luncur mencapai 500km, BrahMos mampu menjadi rudal stand-off sejati yang sukar tertandingi, mampu diluncurkan dari aset pesawat tempur dan tidak membutuhkan pesawat pembom strategis yang tidak semua negara memilikinya.

Penampakan dari dekat rudal BrahMos, perhatikan marking hitam putih sebagai penanda untuk pengumpulan data dan telemetri karakteristik terbang (Credit: Manu Pubby)
Penampakan dari dekat rudal BrahMos, perhatikan marking hitam putih sebagai penanda untuk pengumpulan data dan telemetri karakteristik terbang (Credit: Manu Pubby)

Apabila ujicoba peluncuran berhasil mencapai tujuannya dan berhasil, maka AU India akan memiliki ratusan aset udara (dengan catatan AU India akan melakukan perkuatan struktur ke seluruh Su-30MKI yang dimiliki) yang mampu melancarkan serangan maritim ataupun serangan terhadap target di darat, memberikan India kemampuan melaksanakan serangan preemptif atau serangan balasan dengan segera. Peluang bisnis pun tercipta, dimana banyak negara pengguna Su-30 dan derivatifnya menjadi pasar yang sangat potensial sebagai pembeli BrahMos versi gotong pesawat alias luncur udara. So, lets the party begin!

Su-30MKI dalam final check sebelum taxiing (Credit: Manu Pubby)
Su-30MKI dalam final check sebelum taxiing (Credit: Manu Pubby)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *