Laporan Eksklusif BTR-4M dari Ukraina: Uji Renang

Pembaca beberapa minggu lalu mungkin sudah pernah melihat video Youtube mengenai BTR-4M yang tengah diuji coba mengarung air di Ukraina. Nah, pengujian itu sebenarnya dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut tim dari Indonesia yang berkunjung ke Ukraina, termasuk saya. Seperti yang pembaca bisa saksikan, uji arung permukaan air tersebut berlangsung dengan sukses. Maka, tidak terbersit keraguan sedikit pun bahwa apa yang akan saya dan tim lakukan dalam uji renang BTR-4M akan menghadapi kendala.

BTR-4M mengarungi permukaan air Sungai Donetsk
BTR-4M mengarungi permukaan air Sungai Donetsk

Ukraina saat ini sedang berada di bawah panas matahari utara. Matahari bersinar cerah, tapi kulit masih merasakan sisa dingin yang menerpa. Ditambah kelembaban udara yang cukup rendah, rasanya sejuk, dan cocok untuk liburan. Tapi tentu saja, kali ini misi saya bukanlah untuk berlibur. Pagi-pagi benar kami sudah berkumpul di lokasi kantor KMDB. Uji renang kali ini akan dilakukan di lokasi bernama Staryi Saltiv, yang berbatasan langsung dengan Sungai Donetsk. Di sebelah Barat sungai ada kota Donetsk yang saat ini masih dikuasai oleh milisi pro-Rusia, jadi kami berkejaran dengan waktu, karena tidak ada yang bisa memastikan apa yang terjadi sesudah gelap turun.

Rombongan berangkat dengan mobil menuju Staryi Saltiv, sementara BTR-4M sudah dibawa ke sana terlebih dahulu oleh tim KMDB. Kami melintasi kota dan langsung menuju jembatan yang membentang di Sungai Donetsk. Di kaki jembatan di sisi Staryi Saltiv dibangun pulau kecil buatan yang dilengkapi gudang dan ramp untuk pengujian kendaraan amfibi. Ke lokasi itulah kami pergi, dan perjalanan berlangsung tanpa adanya kendala berarti.

Olah gerak BTR-4M stabil di atas permukaan air
Olah gerak BTR-4M stabil di atas permukaan air

Tiba di sana kami segera bersiap-siap, saya sendiri naik di kursi komandan, seorang pengemudi dari KMDB sudah siap di balik kemudi. Segala persiapan sudah selesai dilakukan, seperti memastikan pintu palka semuanya sudah tertutup rapat setelah seluruh seal (sil) dicek. Pipa snorkel pun sudah dipasang, untuk memastikan kelancaran pasokan udara dan menghindarkan air masuk ke dalam filter udara mesin. Pipa snorkel ini dapat dengan mudah dilepas-pasang, jadi tidak mengganggu fungsi sistem senjata Parus. Fording plate di depan pun sudah dibuka, dikencangkan dengan tiga strut. Fording platenya sendiri dirancang khusus untuk BTR-4M, lebih besar dan lebih tinggi dari varian BTR-4 biasa Setelah semua siap, BTR-4M pun disiapkan pada posisi dengan aba-aba seorang kru. Kendaraan berbelok lincah ke arah kiri, selaras dengan arah rampa.

Perlahan-lahan, BTR-4M pun menuruni rampa yang curam tersebut, dengan kemiringan yang mencapai 35 derajat. Sebagai gambaran, untuk ‘lepas landas’ dari ramp kapal sekelas LPD saja kemiringannya biasanya 15-20 derajat, jadi pengujian ini melebihi kondisi di alam nyata. Dari dalam kabin, saya bisa melihat air Sungai Donetsk yang berwarna coklat perlahan-lahan memenuhi ambang batas kaca bawah, terus naik, dan akhirnya menutup sebagian besar kaca, sampai kemudian kami menyembul kembali di permukaan air.

Sensasi dari yang tadinya menjejak tanah, kemudian mengapung, nyaris tak terasa. Buoyancy kit yang sekaligus berfungsi sebagai lapisan pelindung tambahan bekerja dengan baik mengapungkan BTR-4 di atas permukaan air. Pengemudi pun mengaktifkan propeller, yang langsung menyala dan mendorong kami meluncur di permukaan air. Sistem propeller pada BTR-4M ukurannya kecil saja, tidak beda dengan ranpur lain, tak perlu tabung propeller sebesar tabung gas. Tim KMDB sudah menyiapkan perahu karet, tapi rasa-rasanya tidak perlu. BTR-4M meluncur mulus membelah permukaan air yang gelombangnya mencapai 1-1,5 meter tanpa kendala, dengan kecepatan 5-7 km/jam. Selain meluncur mulus, BTR-4M juga dicek manuverabilitasnya di permukaan air, dengan tantangan meliuk-liuk di antara garis pelampung. Inipun berlangsung dengan mulus, tidak ada pelampung yang tersenggol.

Setelah puas mengarungi air dengan BTR-4M, kendaraan pun dibawa kembali menuju ramp yang sama dengan yang digunakan untuk turun ke permukaan air. BTR-4M mendaki ramp tersebut dengan mulus, seolah tanpa perlu berusaha keras. Setelah tiba di permukaan yang landai, propeller baru dimatikan. Kami juga menguji kemampuan winch internal untuk menarik BTR-4M, dan inipun berlangsung dengan lancar. Keberhasilan ini menambah keyakinan bahwa BTR-4M pasti akan mampu mengemban tugasnya sebagai ranpur intai amfibi bagi Korp Marinir.

Penulis: Tim IndoMIL

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *