Laporan Eksklusif BTR-4M dari Ukraina: Tembak, Tembak!!!

BTR-4M dari sisi kiri, terlihat kelongsong yang terlontar keluar sesaat setelah penembakan
BTR-4M dari sisi kiri, terlihat kelongsong yang terlontar keluar sesaat setelah penembakan

Setelah menyelesaikan kondisi fisik dan kemampuan renang BTR-4 dengan hasil yang memuaskan, sekarang tiba saatnya fase yang paling dinanti-nanti, apalagi kalau bukan uji tembak? Maklum saja, fungsi asasi dari ranpur apalagi kalau bukan kemampuannya untuk menjagal ranpur lawan? Untuk itulah, BTR-4M dipilih oleh Korp Marinir karena komplemen senjatanya yang sangat lengkap untuk menghadapi pertempuran multi spektrum di darat.

image1 (2)

Untuk BTR-4M pesanan Indonesia, kubah senjata yang dipilih adalah adalah Parus RCWS (Remote Controlled Weapon System), yang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus. Keunggulan dari system Parus RCWS adalah bentuknya yang ringkas dan kompak. Seluruh sistem elektronik yang dibutuhkan dan mekaniknya sudah dikemas dalam kotak di atas kendaraan, sehingga di sisi bawah tidak ada keranjang kubah yang makan tempat. Pasukan dapat duduk dengan nyaman, cukup disediakan satu kursi untuk juru tembak yang membidik menggunakan layar LCD.

Banyaknya kombinasi senjata yang tersedia juga menjadi alasan lain kenapa Parus RCWS yang dipilih. Daftarnya mulai dari kanon otomatis 30mm ZTM-1/ 2A72 seperti yang terpasang pada BMP-2/3, yang sudah terbukti andal untuk menggasak berbagai macam sasaran. Kanon ini diberi pelindung berupa rangka baja yang memanjang dari pangkal sampai ujung laras agar tidak terbentur di medan tempur. Kanon ZTM-1 pun sudah distabilisasi pada kedua sumbu sehingga memungkinkannya untuk tetap stabil menembak pada kecepatan rendah.

Untuk anti infantri, disediakan senapan mesin 7,62mm PKT dan pelontar granat 30mm AGS-17. Paduan dari dua senjata ini mampu menyediakan cakupan sasaran tunggal ataupun area pada jarak di luar jangkauan senjata ringan. Sementara untuk melawan tank, BTR-4M dibekali dengan rudal antitank Baryer (penghalang) yang dua tabungnya nangkring di sisi kanan kubah Parus. Dengan jarak efektif sampai 4.000 meter, BTR-4M memiliki kans untuk menghadapi dan melumpuhkan Main Battle Tank. Di luar rudal Baryer, semua senjata yang menempel di Parus RCWS dapat diisi ulang dari dalam kompartemen pasukan BTR-4 sehingga mengurangi resiko awak tertembak.

Namun sesungguhnya, fitur terbaik dari kubah Parus yang dipasang dari BTR-4M tidak cuma itu. Kubah ini dilengkapi dengan sistem hunter-killer dimana komandan dapat mengintip sasaran dari modul kamera yang dapat dinaikkan ke atas dan berputar independen dari putaran kubah. Komandan yang duduk di kursi depan dapat mengatur arah gerak dan zoom kamera ke sektor yang diinginkan melalui layar LCD yang tersedia di dashboard komandan. Jika dibutuhkan, komandan dapat melakukan override dan mengendalikan sendiri putaran kubah dan kendali penembakan. Fitur yang jamaknya hanya ada pada Main Battle Tank tersebut diadopsi pada BTR-4 untuk memaksimalkan daya gebuknya. Fungsi intai ini akan sangat berguna mengingat Korp Marinir membutuhkan fungsi intai untuk Resimen Kavalerinya.

Nah, pengujian sistem senjata Parus RCWS dilakukan di medan latihan yang juga digunakan oleh AD Ukraina. Bahkan ketika tiba di sana, di kejauhan nampak 3 BTR-4 AD Ukraina yang sedang melakukan latihan penembakan statik. Untuk pengujian, BTR-4M mengambil jarak 1.700 meter dari lesan sasaran standar NATO. Satu ranging telescope pun diletakkan di samping kendaraan untuk melakukan koreksi dan verifikasi atas hasil penembakan BTR-4M. Setelah persiapan selesai, semua yang terlibat pun mulai ambil posisi. Juru tembak mengarahkan bidikan ke lesan yang dengan mata telanjang nyaris tidak terlihat saking jauhnya, namun nampak jelas di layar LCD. Hitungan mundur pun dilakukan, 3…2…1….Tembak!!!

Berikut adalah sekuensial penembakan BTR-4M

image (2)

Kilatan cahaya mengiringi tembakan pertama yang melesat dari laras
Kilatan cahaya mengiringi tembakan pertama yang melesat dari laras
Proyektil 30mm melesat dengan meninggalkan jejak nyala (tracer)
Proyektil 30mm melesat dengan meninggalkan jejak nyala (tracer)
Laras kembali ke posisinya semula, dikendalikan oleh sistem stabilisasi
Laras kembali ke posisinya semula, dikendalikan oleh sistem stabilisasi

Blammm!!! Tembakan pertama dilepaskan, dan sebagian besar yang hadir menutup telinga karena kerasnya bunyi ledakan amunisi 30mm yang proyektilnya melesat kencang menghantam telak sasarannya. Jantung berdegup keras, walaupun ini bukan penembakan kanon 30mm pertama yang diikuti oleh penulis. Lidah api dahsyat nan cemerlang tampak menyembur dari mulut laras ZTM-1 mengikuti lesatan proyektil ke sasaran, sementara penembakan dilakukan pada kondisi siang hari. Pengamat pun mengintip melalui teleskop untuk melihat perkenaan tembakan. Tidak puas dengan tembakan tunggal, tembakan berikutnya dilakukan dengan rentetan dua peluru, lalu tiga peluru. Bau mesiu meruap memenuhi udara, dan diikuti ekspresi gembira ketika peluru berhasil menghantam lesan setelah diverifikasi melalui ranging telescope.

Verifikasi hasil tembakan melalui ranging scope
Verifikasi hasil tembakan melalui ranging scope

Tidak puas dengan uji penembakan statik, pengujian selanjutnya dilakukan dalam mode fire on the move dimana BTR-4M dilajukan dengan kecepatan rendah, 10-15 km/ jam dan penembakan dilakukan. Sistem stabilisasi pada kubah Parus secara efektif meredam goncangan sehingga sasaran yang dibidik tetap dapat terlihat di layar dan diberi hadiah proyektil 30mm. Setelah pengujian kanon utama dilakukan, tidak ketinggalan pengujian AGS-17 dan senapan mesin 7,62mm pun juga dilaksanakan. Secara umum, performa seluruh sistem senjata pada Parus RCWS dapat memenuhi ekspektasi semua orang yang hadir.

BTR-4M firing on the move
BTR-4M firing on the move

Penulis: Tim IndoMIL

Comments

comments

One thought on “Laporan Eksklusif BTR-4M dari Ukraina: Tembak, Tembak!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *