Ini Hsiung Feng III, Rudal Taiwan yang Nyasar ke Arah Tiongkok

Frigat kelas Chengkung meluncurkan rudal Hsiung Feng III
Frigat kelas Chengkung meluncurkan rudal Hsiung Feng III

Freak accident atau kecelakaan yang tidak masuk akal bisa terjadi dimana-mana, termasuk di angkatan bersenjata. Hari ini Angkatan Bersenjata Taiwan pasti panas dingin setelah rudal Hsiung Feng (Angin pemberani) III yang didesain sebagai rudal penjagal kapal induk, meluncur tak terencana sejauh nyaris 80 kilometer dan kemudian jatuh di perairan kepulauan Penghu di selat Taiwan. Rudal tersebut jatuh menimpa sebuah kapal nelayan Taiwan yang menewaskan satu orag dan melukai tiga orang lainnya. Rudal ini ditembakkan dalam suatu latihan pada pukul 08.10 pagi waktu setempat (07.10 WIB) dari salah satu kapal perang kelas Chinchiang (PGG-610) yang sandar di pangkalan AL di kota Tsoying. Yang lebih parah, rudal tersebut meluncur ke daratan Tiongkok, disaat dimana hubungan kedua negara sedang sangat buruk-buruknya. Untungnya, rudal tidak sampai terbang melintasi garis median selat Taiwan.

Hsiung Feng sendiri didesain oleh National Chung Shan Institute of Science and Technology, dan dipasang pada tiga kelas kapal perang AL Taiwan: Frigat kelas Chengkung (Perry Class) sebagai kapal pertama yang sukses mengintegrasikan Hsiung Feng III, Korvet kelas Chinchiang, dan yang sedang dalam proses integrasi, korvet stealth kelas Tuo Chiang. Dari sosoknya, Hsiung Feng III mirip dengan rudal anti kapal Kh-31 milik Rusia, dengan desain dua booster roket dan ramjet berbahan bakar cair. Booster roket digunakan pada awal peluncuran untuk mencapai kecepatan supersonik, dan dapat dilepaskan sesudahnya.

Hsiung Feng 3 diujicoba terhadap kapal tanker dengan hasil penetrasi total
Hsiung Feng 3 diujicoba terhadap kapal tanker dengan hasil penetrasi total

Penggunaan ramjet mampu mendorong Hsiung Feng III sampai kecepatan Mach 2,5-3,0 dan dapat menjangkau sasaran pada jarak 150km. Mengenai jarak jangkau, banyak rumor yang berkembang bahwa sebenarnya Hsiung Feng III memiliki jangkauan sampai 300km, cukup untuk mencapai daratan Tiongkok tetapi hal ini disembunyikan untuk menghindari amarah Tiongkok. Jarak luncur minimalnya adalah 30km.

Hsiung Feng III memiliki fleksibilitas untuk menghantam sasaran di permukaan laut maupun darat, dan merupakan salah satu prioritas pengembangan senjata strategis Taiwan dengan anggaran yang cukup wah. Pengembangannya sendiri makan waktu bertahun-tahun, dan molor akibat berbagai masalah teknis. Publik Taiwan pertama kali melihat Hsiung Feng III pada saat parade militer Taiwan di bulan Oktober 2007.

Sistem pemandu pada Hsiung Feng III mengandalkan pada pemandu X band monopulse planar array active radar homing, alias dipandu sistrem radar aktif yang memiliki ketahanan terhadap jamming. Hululedaknya seberat 225kg dengan shaped charge yang mampu secara efektif menembus baja yang tebal. Menurut juru bicara AL Taiwan, rudal dapat meluncur akibat suatu kesalahan manusia, yang tidak mengikuti prosedur dan checklist standar dalam proses peluncuran rudal.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *