Ini DM11, Amunisi 120mm Pintar yang Digunakan Leopard 2RI dan Juga Dipakai USMC

Bagi pembaca yang penasaran, Rheinmetall Land Forces Symposium 2016 juga menyibak beberapa detail mengenai jenis amunisi yang akan dipergunakan oleh Leopard 2RI. Maklum saja, walaupun bentuk Leopard 2RI sudah jelas, namun amunisi yang akan digunakannya masih jadi misteri. Nah, perwakilan Rheinmetall secara gamblang setidaknya sudah menyebut satu jenis amunisi yaitu DM11. Jenis apakah amunisi 120mm yang satu ini? Yuk kita telisik satu-persatu!

DM11/Rh31 merupakan amunisi HE (High Explosive) terbaru yang dikembangkan bareng antara Jerman dan Amerika Serikat melalui perusahaan Defense Munitions International Joint Venture. Sahamnya dimiliki oleh Rheinmetall dan General Dynamics Ordnance & Tactical Systems. DM11 merupakan amunisi yang diciptakan berdasarkan permintaan dari Bundeswehr (AD Jerman) dan juga Korp Marinir Amerika Serikat. Jerman mencari amunisi yang mampu menghancurkan multi sasaran yaitu pos-pos rudal anti tank yang diperkuat dengan jarak maksimal 5.000 meter. Untuk menghancurkan sasaran semacam ini, solusinya adalah penghancuran dari atas, menggunakan munisi yang bisa pecah di udara (Air bursting) dan kemudian menyiram lawan di bawahnya dengan pecahan logam panas yang tajam dengan kecepatan bak peluru.

Penampang Munisi Pintar DM11
Penampang Munisi Pintar DM11
Impak DM11 terhadap bunker yag diperkuat dengan kantong pasir (Credit: Rheinmetall Defense)
Impak DM11 terhadap bunker yag diperkuat dengan kantong pasir (Credit: Rheinmetall Defense)

Peluru ini juga diwajibkan dapat menyasar para penyerbu mekanis yang biasanya dilengkapi dengan rudal atau roket anti tank, yang membutuhkan pola sebaran radial dan aksial dari peluru untuk memberikan cakupan yang luas. Syarat dari Korp Marinir AS, amunisi ini juga harus mampu menjebol dinding untuk menghancurkan sasaran yang bersembunyi di baliknya, sehingga amunisi harus didesain berdinding tebal. Persyaratannya, amunisi harus mampu menjebol dinding dengan ketebalan dua lapis batu bata. Apabila mampu menghancurkan dinding, maka amunisi ini tentu juga bisa menghancurkan sasaran berupa kendaraan lapis baja ringan. Korp Marinir AS juga menginginkan amunisi ini dapat menghancurkan bunker dari tanah atau kayu, sehingga akurasi menjadi penting mengingat bunker biasanya disamarkan dengan baik. Karena fleksibelnya sasaran yang harus dilawan, maka sangat penting untuk memiliki fitur pengaturan kapan sumbu amunisi akan memantik peluru untuk meledak.

DM11

Jawaban dari kebutuhan tersebut ada pada DM11, amunisi pintar dari Rheinmetall. DM11 dilengkapi dengan sumbu yang dapat diatur waktu peledakannya, yang terletak di belakang hululedak. Di dalam silindernya terdapat 6.000 bola tungsten, yang akan dipicu oleh bahan peledak insensitif (tahan perubahan suhu dan cuaca) seberat 2,17kg. Apabila diledakkan, peledak akan mendorong bola tungsten tersebut untuk muncrat ke segala arah, bayangkan sendiri efek dari bola tungsten nan panas yang bisa menjebol baja bak pisau panas melumerkan mentega. Ini masih ditambah lagi dengan pecahan dinding proyektil dari bahan baja seberat 9 kilogram. Intinya, mematikan!

DM11c

Juru tembak memprogram waktu peledakan dari DM11 dengan menggunakan sistem kendali penembakan, yang kemudian akan memprogram sumbu untuk meledak dengan sistem datalink yang menghubungkan antara sistem kendali dengan pin yang ada pada DM11, bahkan ketika amunisi sudah berada di kamar peluru. Ada tiga moda yang bisa dipilih. Dengan memilih impak, peluru akan meledak tepat ketika menumbuk sasaran. Bila memilih airburst, juru tembak bisa mengatur pada jarak berapa amunisi akan diledakkan, tentunya dengan membaca hasil perkiraan melalui laser rangefinder ke sasaran. DM11 tinggal ditembakkan ke atas sasaran, dan peluru akan meledak di udara. Hasil simulasi menyebutkan bahwa 27 dari 30 prajurit dalam formasi wedge akan tewas atau luka parah hanya dengan dua peluru. Untuk sasaran berupa tembok atau ranpur, bisa dipilih delay sehingga hidung pinokio alias probe pada hidung DM11 bisa menjebol terlebih dahulu dan amunisi menembus, baru kemudian meledak. Apabila ingin solusi yang lebih murah, DM11 cukup dipasang sumbu impak biasa dan mesiu yang lebih sedikit, sehingga jarak efektifnya turun menjadi 3.500m. Amunisi dengan sumbu sederhana ini diberi kode Rh31.

DM11 sendiri dapat dioperasikan dalam berbagai suhu dan iklim, karena mampu difungsikan dalam suhu -46 derajat celcius sampai dengan +71 derajat celcius. Kecepatan tembaknya saat ditembakkan dari laras L44 seperti Leopard 2RI adalah 970m/ detik. Dengan mengadopsi DM11, Indonesia bergabung bersama Korp Marinir Amerika Serikat, AD Jerman, AD Yunani, dan AD Norwegia dalam mengoperasikan amunisi pintar tersebut.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *