Go Team Sentinel Go!

Persaingan para kandidat program LAND 400 semakin memanas setelah masing-masing pabrikan mulai mengirimkan ranpur buatannya ke negeri Australia untuk menjalani masa evaluasi panjang selama satu tahun penuh untuk menguji setiap aspek dari ranpur yang hendak menggantikan ASLAV tersebut.

Sentinel carian non turret saat baru tiba di Tasmania
Sentinel carian non turret saat baru tiba di Tasmania

Saat ini LAND 400 yang dibagi ke dalam empat fase tengah memasuki Fase 2 yaitu perebutan kandidat CRV (Combat Reconnaissance Vehicle) untuk menggantikan ASLAV. Siapapun yang memenangkan persaingan akan memperoleh kontrak untuk menyediakan tujuh macam varian kendaraan mulai dari intai dan lawan intai, varian komando, pengendali bantuan tembakan, varian pengamat, ambulan, perbaikan, dan zeni. Akan ada 225 kendaraan yang akan dibeli AD Australia dari sang pemenang. Di masa dimana kontrak pertahanan dipotong dimana-mana, LAND 400 adalah penyambung napas bagi siapapun pabrikan ranpur yang terlibat.

Say hello to the Tasmanian Devil
Say hello to the Tasmanian Devil

ST Kinetics sendiri memutuskan untuk berpartisipasi melalui jalur Elbit Australia, mengingat prasyarat dasar dari pemenang program LAND 400 adalah produksi dengan minimal 70% komponen haruslah dibuat di Australia. Antara STK dan Elbit sendiri sudah pernah menjalin kerjasama dalam proyek Terrex 2, dimana sistem senjata yang disediakan yaitu kubah MT30 dibuat oleh Elbit. Dalam Eurosatory 2016, ST Kinetics memperkenalkan maket Terrex 3, kendaraan yang dibangun mengikuti spek dari LAND 400. Kendaraannya sendiri tengah dibangun ulang di Irlandia, dimana tim dari Timoney bekerjasama kembali dengan tim STK untuk menghadirkan Terrex rasa Australia.

IMG-20160629-WA0064

Hanya dalam waktu dua bulan, Sentinel 2 sudah bisa dihadirkan dan dikirimkan ke Tasmania, Australia memenuhi tenggat waktu yang diberikan. Diangkut dengan pesawat komersial Il-78, dua Sentinel 2 dengan hiasan grafik Tazmanian Devil diturunkan. Yang satu dengan warna kelir tan dilengkapi dengan kubah MT30, sementara satu lagi dengan kelir standar Auscam hanya dilengkapi dengan senapan mesin. Sentinel 2/ Terrex 3 tampil berbeda dengan Terrex 1 dan 2. Secara keseluruhan, bentuk dasarnya masih sama dengan Terrex 2 termasuk moncong berbentuk hiu.

Tetapi karena tidak ada prasyarat untuk berenang di samudera, maka lebar kendaraan bisa dikurangi dengan mencopot buoyancy kit. Sebagai gantinya, lapisan komposit dipasang secara bolt on ke tubuh kendaraan untuk menahan impak hantaman amunisi kaliber besar. Rating proteksinya adalah STANAG 4569 Level 4, atau tahan impak munisi 14,5mm. Konfigurasi pada kolong kendaraan menggunakan sistem pelat V over V hull, alias perut V berganda untuk mengamankan penumpangnya dari ancaman ranjau. Kompartemen penumpang Sentinel 2 sangat lapang, dengan kursi individual yang mampu menyerap impak dari ledakan ranjau. Tersedia cukup ruang di antara kursi untuk menggantungkan ransel dan menumpuk kaleng amunisi.

Sistem kamera depan pada Sentinel 2 yang memberikan cakupan 180 derajat
Sistem kamera depan pada Sentinel 2 yang memberikan cakupan 180 derajat

Untuk mentenagai mesin, Sentinel 2 menggunakan mesin baru Caterpillar C13 dengan daya 711hp yang dipadukan dengan transmisi otomatis. Ini merupakan mesin terbesar yang dipasang pada varian Terrex, untuk mengimbangi bobot Sentinel 2 yang mencapai 35 ton akibat tebalnya lapisan tahan peluru yang terpasang. Mesin ini mampu membawa kendaraan melaju sampai 90km/ jam dengan rasio tenaga berbanding beban sebesar 20hp/ ton. Faktor situational awareness yang sangat diprioritaskan pada program Terrex juga dibawa ke program Sentinel 2. Tersedia 10 kamera di sekitar kendaraan yang meniadakan titik buta, plus fitur thermal fusion untuk pengemudi. ‘Kokpit’ pengemudi pada Sentinel 2 setara dengan Terrex 2 untuk Korp Marinir Amerika Serikat.

Detail sistem kubah MT30 dengan kontainer rudal terbuka, menampilkan sistem peluncur SPIKE-LR ATGM
Detail sistem kubah MT30 dengan kontainer rudal terbuka, menampilkan sistem peluncur SPIKE-LR ATGM

Sistem senjata yang disediakan untuk Sentinel 2 adalah kubah tanpa awak MT30 dengan senjata utama kanon Orbital-ATK 30mm Bushmaster II, yang dapat ditingkatkan kalibernya ke Super-50. Yang berbeda pada versi Sentinel 2, pihak STK dan Elbit tampak memamerkan kontainer rudal di sebelah kanan kanon yang tampak terbuka, sehingga terlihat dummy rudal Spike-LR dalam kondisi siap luncur. Rudal antitank Spike termasuk paket solusi yang ditawarkan integral dengan Sentinel 2. Apabila STK dan Elbit Australia memenangkan LAND 400, maka Sentinel 2 akan diproduksi oleh Elphinstone, perusahaan produsen alat berat di Australia.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *