Berita Duka Cita, Bell-205 A1 TNI AD Jatuh di Yogyakarta

Satu berita duka cita datang dari TNI AD. Satu unit helikopter Bell-205 A1 nomor registrasi HA-5073 A1 yang berasal dari Skadron 11/ Serbu Puspenerbad TNI AD jatuh menimpa dua rumah milik warga di Sleman, Yogyakarta. Helikopter sendiri diketahui terbang dari bandar udara Adisumarmo Solo dalam perjalanannya ke bandar udara Adisucipto Yogyakarta. IndoMIL sempat menyaksikan sendiri helikopter ini landing di Adisumarmo sekira pukul 14.00, 8 Juli 2016 pada saat IndoMIL hendak kembali ke Jakarta setelah menghabiskan libur lebaran di kota Solo.

Situasi di Sekolah Penerbang TNI AU Solo, Bell-205A1 yang nahas mendarat di antara Pesawat latih Piper dan C295 pada pukul 14.00
Situasi di Sekolah Penerbang TNI AU Solo, Bell-205A1 yang nahas mendarat di antara Pesawat latih Piper dan C295 pada pukul 14.00

Helikopter Bell-205 A1 tersebut mendarat di samping C295 TNI AU yang kemungkinan besar standby di Solo dalam rangka mobilisasi logistik dan material untuk pengamanan Presiden Jokowi yang menghabiskan lebaran hari kedua di Solo. Sesuai prosedur standar pengamanan Presiden, biasanya selalu disiapkan satu unit helikopter baik dari TNI AD atau TNI AU dalam rangka Konjerat (Kontijensi Darurat). Sejauh informasi yang diterima saat ini, korban kecelakaan helikopter dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kalasan.

IMG-20160708-WA0024

Sekilas mengenai Bell-205 A1, helikopter ini datang memperkuat Penerbad di tahun 1977-1978 dengan jumlah sebanyak 18 unit, yang dibeli dari pasar helikopter sipil di Amerika Serikat. Helikopter yang boleh dikata helikopter sipil ini akhirnya di ‘wamil’ kan oleh IPTN ke standar UH-1 Huey dengan pemasangan self sealing fuel tank, pelat armor untuk kursi pilot dan pilot II, serta dudukan senapan mesin untuk FN MAG 7,62mm NATO dengan 1.000 butir peluru di setiap sisi. Bell-205 A1 merupakan veteran perang dalam konflik di Papua dan Aceh, serta sangat digemari oleh pilot karena mudahnya heli ini dikendalikan karena menggunakan mesin tunggal, serta juga oleh pasukan yang dibawanya karena suara mesin Lycoming T-53 L-13 yang sangat khas dengan dua bilah baling-baling sehingga dapat menimbulkan efek gentar bagi lawan.

Penerbad sendiri terus memodernisasi Bell-205 A1 melalui pembaruan avionik, diantaranya penggantian panel indikator kokpit dengan yang lebih baru, sistem navigasi berbasis GPS, dan radio. Namun nampaknya umur tidak bisa bohong. Karena satu dan lain sebab, armada Bell-205 A1 TNI AD makin berkurang karena kecelakaan dan kerusakan. Bersamaan dengan jatuhnya Bell-205 A1 di Yogyakarta ini, kemungkinan Penerbad tinggal memiliki tujuh unit helikopter serupa. IndoMIL mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya bagi para korban jatuhnya heli TNI AD di Yogyakarta, yang memberikan segalanya untuk mengemban tugas negara.

Spek Bell-205 A1
Awak : 2 (Penerbang 1 dan 2, Komandan dan Wadan Pesawat)
Penumpang : 8-10
Mesin : 1x turboshaft Lycoming T53 L-13
Kecepatan jelajah: 204 km/h
Ketinggian maks. : 3.840 meter
Jarak terbang : 556km
Berat kosong : 2.363 kg
MTOW : 4.309 kg

Kredit foto: Kemenhub dan detik.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *